You are here
100 Milyar Pembangunan Bandara Miagas NASIONAL 

100 Milyar Pembangunan Bandara Miagas

MIANGAS, MS – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi berencana untuk menambah runway Bandar Udara Miangas di Kabupaten Talaud, Sulawesi Utara menjadi 1.600 meter dari saat ini 1.400 meter.

Dengan demikian, pesawat jenis Hercules bisa mendarat. Terutama untuk kepentingan pertahanan keamanan, bantuan logistik dan situasi darurat. Menurut dia, penambahan runway ini sebagai kerja sama Kementerian Perhubungan dengan TNI.

“Kami akan menggunakan anggaran 2017 untuk menambah runway di Miangas. Besarannya antara Rp 55 miliar-Rp 100 miliar. Tahun ini akan kami rencakanan penambahannya,” ujar dia, sesaat sebelum peresmian Bandar Udara Miangas oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), Rabu (19/10).

Dia juga berterima kasih kepada Wings Air sebagai maskapai penerbangan yang akan menerbangi rute Melonguane – Miangas dan Manado – Miangas pada pekan depan.

“Penerbangannya akan menggunakan pesawat ATR 72 dengan kapasitas 70 penumpang. Untuk harga tiket belum ada informasi,” kata dia.

Menhub Budi menambahkan, dia berharap penerbangan Wings Air bisa rutin. Dia juga ingin penerbangan perintis juga rutin datang ke pulau ini, minimal dua kali seminggu.

Pelabuhan

Menhub Budi menambahkan, pihaknya juga akan membenahi pelabuhan Miangas agar intensitas kapal ferry yang merapat semakin meningkat. Saat ini, kapal ferry merapat sebulan dua kali di Miangas.

“Kapal Pelni juga belum rutin berlabuh. Kami ingin Pelni secara rutin berlabuh,” ujar dia.

Sekadar informasi, Pulau Miangas adalah pulau perbatasan terluar di utara Indonesia yang hanya berjarak 48 mil dari Filipina, atau sekitar setengah jam perjalanan dengan speedboat. Pulau ini terletak di Kabupaten Talaud, Provinsi Sulawesi Utara.

Jika ditempuh dari Manado, ibukota provinsi, Pulau Miangas berjarak empat jam sampai 12 jam dari Melonguane, ibukota Kabupaten Talaud. Dari Melonguane ke Manado, ditempuh delapan sampai 12 jam perjalanan dengan kapal, atau sekitar 45 menit dengan pesawat kecil.

Warga Miangas berjumlah kurang dari 1.000 jiwa. Miangas memiliki iklim laut yang panas. Karena dekat dengan Filipina, maka perdagangan warga pun lebih banyak dengan warga Filipina. Bahkan peso lebih banyak dikenal ketimbang rupiah. Begitu juga dengan bahasa Tagalog.

Seperti halnya daerah perbatasan pada umumnya, infrastruktur di Miangas juga serba terbatas. Misalnya infrastruktur telekomunikasi, dimana hanya Telkomsel yang memberikan layanan di pulau paling terpencil ini sejak 2010. Selain itu, wilayah ini juga terbatas sarana air bersih dan listrik. (Kmps/In)

Related posts

Leave a Comment