oleh

2017, Tetap Berantas Narkoba

PRABUMULIH, MS – Kapolres Prabumulih, AKBP Andes Purwanti SE MM saat memimpin gelar press release ungkap kasus 2016 di aula rapat Mapolres Prabumulih, Jumat (30/12/2016) menegaskan di tahun 2017 nanti tetap berkomitmen akan berantas narkoba.

“Pemberantasan narkoba juga menjadi salah satu fokus program Polres Prabumulih di 2017 mendatang,” pungkasnya.

Dikatakan dia, penyalahgunaan narkoba dengan jumlah tindak perkara sebanyak 86 kasus. Pelaku yang ditahan sebanyak 105 tersangka dengan barang bukti sabu sebanyak 235,3 gram, ekstasi sebanyak 13,54 gram atau 43 butir dan ganja seberat 32,135 kg.

Menurut Andes, hal ini dilakukan upaya untuk mencegah tindak kejahatan lainnya. “Sebab, kebanyakan pelaku kejahatan melakukan aksinya dilatar belakangi oleh narkoba. Dua orang bandar besar yang selama ini belum diringkus pun kami tindak tegas,” tegasnya.

Lebih lanjut, dijelaskan Andes, sepanjang 2016 sebanyak 734 kasus kejahatan konvensional terjadi di kota Prabumulih. “Dari jumlah tersebut, sebanyak 262 kasus atau 36 persennya bisa diselesaikan oleh jajaran Polres Prabumulih,” ungkapnya.
Andes mengatakan kasus pencurian pemberatan (curat) masih mendominasi dengan jumlah perkara sebanyak 143 kasus.  Sementara untuk penyelesaian kasus, hanya 40 persen dari jumlah perkara atau sebanyak 57 kasus.

Sementara untuk kasus curanmor, jumlah kasus yang dilaporkan sebanyak 45 kasus dengan pengungkapan sebanyak 8 kasus. Kasus pencurian kekerasan (curas) yang terjadi sebanyak 40 kasus dengan jumlah pengungkapan sebanyak 7 kasus. Lalu, pencurian kekerasan dengan menggunakan senpi sebanyak 45 kasus dan yang diungkap sebanyak 8 kasus.

Menurut Andes, banyaknya kasus pencurian yang terungkap dikarenakan lambannya korban dalam melaporkan tindak kejahatan yang dialaminya.

“Sehingga kami kesulitan melakukan identifikasi pelaku di lapangan. Wilayah kota Prabumulih yang merupakan jalur perlintasan memudahkan pelaku untuk cepat melarikan diri ke luar kota,” ujarnya.

Andes menjelaskan agar proses pelaporan kejadian tindak kejahatan cepat disampaikan, pihaknya telah membuat sistem panic button yang terintegrasi dengan sistem informasi di internal kepolisian.

“Jadi warga yang menjadi korban, bisa memencet tombol panik dan dalam hitungan menit, petugas yang berpatroli bisa langsung tiba di TKP,” kata Andes. (nor)

News Feed