You are here
2020 Bukan Bonus Demografi Tapi Ancaman HEADLINE POLITIK & PEMERINTAHAN 

2020 Bukan Bonus Demografi Tapi Ancaman

LUBUKLINGGAU, MS – Ditahun 2020 Indonesia diprediksi akan mengalami bonus demografi, dimana 60 % dari total jumlah pendudukan berada diusia produktif (pemuda), namun hal ini dianggap ancaman oleh Pemerintah Kota Lubuklinggau.

Pemerintah Kota Lubuklinggau menilai di tahun 2020 tersebut bukan bonus demografi tapi ancaman bagi bangsa, karena jika para pemuda disusupi maka akan terjadi perpecahan.

“Itu bukan bonus tapi ancaman,‎dualisme organisasi pemuda banyak terjadi, ini susupan untuk memecah belah bangsa, kita sedang terancam, tahun 2020 dari 250 juta penduduk total, sekitar 130 juta penduduk itu pemuda, orang bilang itu bonus tapi itu ancaman sebenarnya,” ungkap Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe, Kamis (9/3/2017).

Menurut Nanan, melalui perpecahan inilah‎ kesempatan orang lain untuk menjajah kembali Indonesia,jika tidak diperkuat kebersamaan, dan semangat persatuan dan kesatuan maka hal tersebut akan terjadi.

“Kita ini negara cantik,negara yang penuh potensi yang belum gali,Timur Tengah sudah habis, tapi kita masih dijaga, kalau kita dijajah maka habislah kita,karena itu organisasi kepemudaan dan seluruh pemuda harus dikawal terus,” jelas Nanan.

Nanan mengajak semua pihak‎ membangun kembali kebersamaan pemuda, persatuan dan kesatuan serta menjadikan para pemuda sebagai inisator dan kreator bukan provokator.

“Saya seorang organisatoris, ‎kita jangan sampai terlena, sudahlah ayo kita berbuat sesuai kemampuan dan kapasitas masing-masing,” ujarnya.

Senada juga dikatakan, Ketua FKPPI Sumatera Selatan, Mudzakir Sai Sohar. Bupati Muara Enim ini meminta agar para pemuda jangan mau diadu domba, karena hanya akan memecah belah bangsa,yang pada akhirnya akan merugikan keutuhan bangsa dan negara.

“Sekarang para pemuda harus mengisi kemerdekaan, kita sudah tidak zamannya lagi angkat senjata seperti pejuang dulu,melainkan berbuat untuk mengisi kemerdekaan, jangan menyalahgunakan narkoba,” pintanya.

Untuk diorganisasinya sendiri maupun dikalangan aparatur Pemkab Muara Enim,Mudzakir tidak akan memberikan toleransi terhadap penyalahguna narkoba. “Kalau ada yang menggunakan narkoba kalau bahasa saya itu kita benyokkan bae, baik itu di organisasi atau di PNS Muara Enim,” pungkasnya. (Dhiae)

Related posts

Leave a Comment