You are here
4 November, Ulama dan Pimpinan Pesantren Gelar Aksi Damai DAERAH HEADLINE NASIONAL 

4 November, Ulama dan Pimpinan Pesantren Gelar Aksi Damai

LUBUKLINGGAU, MS – Sejumlah ulama dan pimpinan pesantren di Kota Lubuklinggau, bakal menggelar aksi damai di halaman Masjid Agung As-salam Kota Lubuklinggau, guna menyampaikan aspirasi terkait dengan kasus penistaan Al-quran yang dilakukan oleh Basuki Cahya Purnama (Ahok) yang merupakan Mantan Gubernur DKI Jakarta.

Kesepakatan menggelar aksi ini, telah diketahui pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Kapolres Lubuklinggau, AKBP Hajat Mabrur Bujangga dalam audiensi yang digelar oleh perwakilan aksi di Gedung DPRD Kota Lubuklinggau, Rabu (2/11).

Dalam audiensi tersebut, Wakil Ketua I DPRD Kota Lubuklinggau, Taufik Siswanto dan pihak Kepolisian pun, turut menandatangani petisi yang akan disampaikan oleh perwakilan aksi, usai audiensi selesai dilaksanakan sekitar pukul 12.00 WIB siang tersebut.

Tiga poin tuntutan yang akan disampaikan dalam aksi itu nantinya, yakni mengajak masyarakat dan aparat hukum untuk mengawal Fatwa MUI Pusat secara keseluruhan, termasuk menuntut agar penegak hukum dapat menangkap dan mengadili ahok dan terakhir, aksi ini juga bertujuan untuk memberikan dukungan moral terhadap saudara muslim yang menyampaikan aspirasinya di Jakarta yang rencananya digelar pada hari yang sama, yaitu Jumat (4/11).

Dalam audiensi tersebut, aksi yang rencananya digelar di depan Mapolres Lubuklinggau, dialihkan ke halaman Masjid Agung As-salam, karena Kapolres berharap agar massa yang diperkirakan akan cukup banyak tersebut, bisa terkonsentrasi pada satu titik.

“Tidak perlu berdemo di depan Mapolres. Sebab, kalau dilaksanakan di halaman Masjid Agung As-salam, massa nantinya bisa dipusatkan pada satu titik. Saya berjanji akan hadir dan menjawab semua tuntutan yang nanti akan disampaikan,” ungkap Kapolres Lubuklinggau, AKBP Hajat Mabrur Bujangga dalam audiensi tersebut.

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Kota Lubuklinggau, Taufik Siswanto mengaku, memberikan dukungan terkait aksi 4 November 2016 tersebut. Hal ini pun, resmi dinyatakan usai dirinya menandatangani surat pernyataan yang disampaikan perwakilan aksi.

“Kami anggota DPRD Kota Lubuklinggau, dengan ini menyatakan kesediaan untuk menyampaikan dan mendukung aspirasi yang mengatasnamakan muslim Kota Lubuklinggau,” ungkapnya didalam pernyataan yang dirinya setujui.

Terpisah, Perwakilan Aksi, Ferry Irawan mengaku, pihaknya akan turun sebagai partisipan dalam aksi tersebut. Ia yang diketahui merupakan Pimpinan Pondok Pesantren Mafaza, Kota Lubuklinggau ini pun, memastikan akan mengajak seluruh santri didikannya untuk turut serta dalam aksi damai itu.

“Sejumlah ulama, termasuk saya dan banyak santri ikut terpanggil setelah aksi ini direncanakan. Untuk jumlah massa, kemungkinan bisa ribuan seandainya pimpinan pondok pesantren mengizinkan santrinya turut serta, apalagi masyarakat juga ikut. Tapi, kami pastikan jalannya aksi akan berjalan damai walaupun jika nantinya ramai,” ungkapnya. (sen)

Related posts

Leave a Comment