You are here
ASN Jangan Nikmati Gas 3 Kg HEADLINE POLITIK & PEMERINTAHAN 

ASN Jangan Nikmati Gas 3 Kg

LUBUKLINGGAU, MS – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Lubuklinggau dalam waktu dekat akan membuat surat edaran ke SPBU di Lubuklinggau. Surat itu meminta agar SPBU mengutamakan dan mendahulukan pengisian bahan bakar minyak (BBM) kendaraan motor dan mobil ketimbang dirigen.

“Kami akan buat surat edaran ke SPBU bahwa SPBU mengutamakan, mendahulukan pengisin BBM motor dan mobil,” kata Kapala Disdagrin Lubuklinggau, M Hidayat Zaini.

Hal itu diungkapkannya usai menggelar pertemuan dengan sejumlah pemilik SPBU diruang pertemuan Disdagrin Lubuklinggau, Senin (18/9/2017). Pertemuan itu dilakukan sehubungan dengan adanya keluhan masyarakat  yang mengatakan jika banyak SPBU di Lubuklinggau mendahulukan orang yang membeli dengan derigen ketimbang kendaraan roda dua dan empat.

“Hasilnya ternyata yang dibeli bukan BBM subsidi, melainkan Pertalite dan Pertamax dan memang ‎didalam SPBU ada satu nozel khusus derigen dan tidak melanggar,” jelasnya.

Selain itu, kemarin juga dalam pertemuan tersebut membahas mengenai gas elpiji 3 kg bersama dengan sejumlah agen gas elpiji di Lubuklinggau. Dan dibahas dalam pertemuan itu aparatur sipil negara (ASN) tidak menikmati gas elpiji 3 kg.

“Mulai saat ini ASN  tidak diwajibkan lagi  menggunakan tabung gas 3 kg‎, terutama untuk ASN yang bergaji diatas 1,5 juta  ke atas. Mereka  harus menggunakan gas elpiji minimal 5,5 kg,” bebernya.

Pemberlakukan tersebut juga dilakukan setelah beberapa waktu lalu masyarakat di Lubuklinggau mengeluhkan gas elpiji 3 kg langka disejumlah agen dan pengecer. Bahkan kalaupun ada, harganya melambung tinggi jauh diatas harga yang ditetapkan oleh pemerintah.

“Dengan adanya temuan harga Rp24 ribu – Rp25 ribu kita juga akan membuat surat edaran tembusan kepada Walikota agar para pangkalan menjual dengan harga normal dan sewajarnya saja,” ungkapnya.

Salah satu Agen ‎Hiswana Migas melalui Ketua Bidang Elpiji, Andi Wijaya mengatakan jumlah pangkalan di Lubuklinggau berjumlah
204 yang terdiri dari tiga agen. Kapasitas penyalurannya satu agen 1.000- 1.300 perhari.

“Suplai ke tiga agen tersebut 8.200 tabung perhari. Itu berdasarkan hasil penilaian dari konsumsi masyarakat yang diambil titik tertingginya. Untuk ukuran Lubuklinggau 8.200 itu sudah mencukupi,” timpal dia.

Pihaknya meminta masyarakat untuk memberikan informasi jika melihat para pangkalan bermain curang dengan menjual diatas ketetapan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Supaya pihaknya sebagai agen bisa menindak pangkalan tersebut. (dhiae)

Related posts

Leave a Comment