You are here
Astaga.. Ngeluh Sakit Tenggorokan, Febriansyah Nekad Gantung Diri HEADLINE KRIMINAL 

Astaga.. Ngeluh Sakit Tenggorokan, Febriansyah Nekad Gantung Diri

LUBUKLINGGAU, MS – Warga Jalan Malabar RT 08,Kelurahan Jawa Kiri ,Kecamatan Lubuklinggau Timur II Kamis (2/3) pagi pukul 07.30 WIB dihebohkan mayat seorang bujangan bernama Febriansyah (26) tewas tergantung dengan tali jemuran di kusen pintu kamar tidur dilantai II rumah orangtuanya.

Entah apa yang melatarbelakangi bujangan ini hingga memilih mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di kamar tidurnya menggunakan tali jemuran warna hijau yang diikatkan di kusen pintu kamar, kemudian menggunakan meja kecil.

Pistiwa memilukan ini pertama kali diketahui oleh Dewi yang tak lain kakak korban sekira pukul 08.00 WIB, dilantai dua rumah korban. Dewi langsung menjerit sambil menangis melihat Febriansyah terikat dan tergantung dengan tali berwarna hijau dikusen pintu kamar  tidur korban.

Jenazah korban baru evakuasi setelah tim identifikasi Polres Lubuklinggau dan Polsek Lubuklinggau Timur mendatangi lokasi kejadian,kemudian bersama pihak keluarga langsung melepaskan tali yang menjerat leher dan menurunkan korban yang tergantung.

Menurut keluarga korban, sebelum ditemukan tewas Febriansyah sekitar dua hari yang lalu korban sempat mengeluh sakit tenggorokan. Namun tidak disangka orang yang pendiam dan tertutup ini akhirnya mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.

“TKP dirumahnya sendiri, korban masih bujangan, saat ditemukan kakaknya korban sudah meninggal, penyebabnya murni karena gantung diri, tim identifikasi Polres sudah melakukan identifikasi terhadap korban,” ungkap Kapolres Lubuklinggau, AKBP Hajat Mabrur Bujangga didampingi Kapolsek Lubuklinggau Timur, AKP Muhammad Ismail usai identifikasi, Rabu (2/3/2017).

Diterangkan Ismail, setelah dilakukan identifikasi, tidak ditemukan petunjuk lain selain murni gantung diri. Sehingga disimpulkan korban meninggal karena gantung diri bukan dibunuh atau disebabkan hal lain.

Selanjutnya, kata Ismail, hasil identifikasi dilaporkan ke keluarga korban, kemudian ‎pihak keluarga menerima hasil dari unit identifikasi Polres Lubuklinggau bahwa korban meninggal karena bunuh diri dan keluarga korban tidak melakukan visum et revertum di rumah sakit.

“Pihak keluarga tidak mau visum, mereka menerima, dan sudah dibuat surat pernyataan dari keluarga korban,selanjutnya jenazah akan dimakamkan oleh keluarganya,” pungkasnya. (Dhiae)