You are here
Ayo Jual Visi dan Misi Bukan Provokasi HEADLINE POLITIK & PEMERINTAHAN 

Ayo Jual Visi dan Misi Bukan Provokasi

LUBUKLINGGAU, MS – Layaknya bisnis rumah makan, penjual tidak bersaing dengan saling menjatuhkan dagangan pesaingnya tapi membuat kualitas dan mutu jualannya.

Hal ini disampaikan H Edy Saputra mengklarifikasi selebaran black campaign yang menyudutkan paslon nomor 2 H SN Prana Putra Sohe dan H Sulaiman Kohar (Nansuko) selama menjabat menjadi Walikota dan Wakil Walikota Lubukliggau 2013-2018, bersama tim lainnya yakni Karim, Sukiran, Fahrurozi, dan Yusuf, Rabu (16/5/2018).

Menurut Edy Saputra selaku ketua tim pemenangan Nansuko, pembangunan di Lubuklinggau jangan dilihat dari sisi PDAM saja tapi lihat lainnya dan nyata meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) naik empat kali lipat dan pembangunan yang jauh lebih pesat.

Dikatakannya, penempatan direktur PDAM tentu ada pertimbangan kapasitas terlepas itu keluarga atau tidak.

“Yang ada adalah kapasitas kerja yang sesuai ditempat lain juga ada yang berlaku demikian,” ujarnya.

Menurutnya, jangan provokasi masyarakat, karena pasca pilkada ini masih akan saling rangkul dan berkawan.

“Ayo jual visi dan misi, bukan memprovokasi. Sehingga Lubuklinggau menjadi barometer pilkada yang baik di Indonesia,” katanya.

Ditambahkan Karim menyampaikan, kekurangan pelayanan PDAM sudah ada jauh sebelum kepemimpinan Nansuko, tapi diupayakan Nansuko membangun intake Jukung dan Batu Urip serta pipanisasi.

“Untuk itu kekurangan pelayanan ini akan dimaksimalkan pada periode kedua. Perlu diingat juga, direktur PDAM adalah pekerja yang sudah sesuai ilmunya karena sebelum pensiun berkarir di Dinas PU Pengairan di Pemprov Sumsel,” sampainya.

Adalagi dikatakan pembohongan publik, tapi pihak mana yang merasa dirugikan terkait Limbad. “Kalau itu berbicara even dan dikenakan biaya tiket tentu akan ada komplain. Mereka datang dengan tulus dan tak dibayar dan masyarakat terhibur dan tidak ada masalah,” paparnya.

Selain itu, Nansuko bukanlah calon petahana karena sudah habis masa kerjanya pada 24 Februari lalu.

“Semua kandidat sama sehingga jangan ada isu dikatakan Nansuko memanfaatkan fasilitas Pemkot untuk melancarkan kampanyenya. Momentum puasa ini untuk menahan diri dan tidak saling hujat satu sama lain. Masyarakat sudah tahu dan cerdas mana yang terbaik untuk melanjutkan kepemimpinan Kota Lubuklinggau,” ungkapnya. (dhiae)

Related posts

Leave a Comment