oleh

Bahas Pilkada Serentak 2017, Jokowi dan Prabowo Berkuda Bersama

JAKARTA, MS – Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto tersenyum seusai bertemu. Saat ditanya wartawan mengenai suasana politik menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2017 mendatang. Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap, semua tokoh-tokoh agama ikut mendinginkan suasana dan ikut memberikan kesejukan. Tokoh-tokoh politik juga diminta sama, mendinginkan suasana dan ikut memberikan kesejukan.

“Saya kira tadi kita di dalam sampai tertawa bareng-bareng. Bahwa rivalitas itu ada pada saat Pemilihan Presiden (Pilpres), itulah demokrasi. Tapi setelah itu kita bersama-sama, bahu-membahu membangun negara dari segala sisi. Saya kira itu yang ingin kita sampaikan,” kata Presiden Jokowi kepada wartawan di kediaman Prabowo Subianto, di Padepokan Garuda Yaksa, Desa Bojong Koneng, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Senin (31/10) siang.

Diakui Presiden, mungkin tahun 2019 bisa saja nanti ada rivalitas lagi, tapi setelah itu, bahu-membahu lagi. “Saya kira hal-hal seperti ini yang tadi disampaikan Pak Prabowo tadi di dalam sambil makan,” ungkap Jokowi.

Sebelumnya saat menghadiri acara Hari Menabung Nasional, di Jakarta Convention Center (JCC), Senin (31/10) pagi, Presiden Jokowi juga memberikan tanggapan terkait rencana aksi demonstrasi yang akan dilakukan sejumlah elemen bangsa pada 4 November mendatang.

“Demonstrasi adalah hak demokratis setiap warga. Silakan! Boleh saja mau demonstrasi tapi yang penting jangan memaksakan kehendak atau yang merusak, yang anarkis. Ini yang tidak boleh,” tegas Presiden Jokowi.

Menurut Presiden, pemerintah terus akan menjamin setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat, tetapi tetap mengutamakan ketertiban umum.

Humas Seskab menambahkan, ” Saya sudah memerintahkan kepada aparat untuk bersiaga dan menjaga, dan melakukan tugasnya dengan profesional jika ada tindakan anarkis oleh siapapun,” ungkap Presiden seraya menegaskan kembali, bahwa demonstrasi adalah hak demokratis setiap warga.

Jokowi dan Prabowo Berkuda

Dua anak bangsa yang pernah berrival di pilpres 2014 itu bertemu, dan Jokowi dijamu dengan sajian khusus, nasi goreng. Setelah itu Prabowo yang dikenal menggemari kuda, mengajak jokowi berkuda. Layaknya film koboi western, keduanya mengenakan topi koboi dan menunggang kuda kesayangan Prabowo.

Putra almarhum sang begawan ekonomi (Sumitro) itu menunggangi kuda warna cokelat. Sementara Jokowi yang dalam kesempatan itu mengenakan batik, menunggangi kuda warna putih.

Jokowi langsung menantang wartawan usai pertumuan  siang itu “Apa?  Mau tanya apa?” ucapnya di rumah Prabowo, usai pertemuan. Dan akhirnya Jokowi,  menjelaskan tentang  pertemuannya dengan Prabowo. Katanya, “Tadi itu hanya silutarahmi,” ujarnya.

Jokowi mengatakan, kunjungannya ke rumah mantan  rivalnya di pemilu presiden beberapa tahun silam , itu karena untuk menepati  janjinya dimana Jokowi pernah  berjanji akan bertandang ke rumah Pak Prabowo diHambalang. “Dan ini saya penuhi janji saya, katanya.

Lalu  Jokowi mengatakan tentang naik kuda. “Saya memang tidak mahir dalam naik kuda. Kuda yang saya tunggangi hanya bergerak    maju mundur saja, dan akhirnya saya memilih turun”.  Meski demikian Jokowi diberi cindera mata berupa topi koboi dari Prabowo. “Saya dikasih hadiah topi oleh tuan rumah, Pak Prabowo,” ungkapnya. (ne/in)

 

News Feed