You are here
Bangunan Pasar Banyak Retak, Pedagang Tolak Relokasi ke Gedung PTM 2 DAERAH HEADLINE 

Bangunan Pasar Banyak Retak, Pedagang Tolak Relokasi ke Gedung PTM 2

PRABUMULIH, MS – Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih untuk merelokasi para pedagang ke gedung Pasar Tradisional Modern (PTM) 2 di kota Prabumulih, Sumatera Selatan tampaknya akan menemui jalan buntu.

Ini diketahui setelah tiga perwakilan dari ribuan pedagang yang tergabung dalam tiga komunitas pedagang pasar kota nanas itu mendatangi gedung DPRD kota Prabumulih, Selasa (6/11/2018) sekitar pukul 14.30 WIB.

Tiga komunitas pedagang yang hadir itu diantaranya, Komunitas Pedagang Kota Prabumulih (KPKP), Ikatan Pedagang Pasar Pasar Inpres Prabumulih (IP3IP) dan Asosiasi Pedagang Pasar Prabumulih (AP3). Mereka menolak relokasi pedagang ke gedung PTM 2 Prabumulih ini cukup beralasan.

Ketua Komunitas Pedagang Kota Prabumulih (KPKP), Richard Fernando SH menurutkan kondisi gedung PTM2 Prabumulih yang disiapkan untuk merelokasikan para pedagang itu disinyalir tidak memadai dan sempit. Bahkan potensi kelayakan dan kualitas bangunan gedung tersebut disanksikan pedagang dapat mengancam keselamatan mereka.

“Yang paling kami tegaskan dengan Wali Kota Prabumulih adalah meminta supaya gedung PTM 2 itu benar-benar diuji kelayakannya kembali dulu. Karena bangunan gedung itu semakin hari makin banyak retak pak,” ungkapnya.

Ia membeberkan, bahwa penolakan relokasi para pedagang ini juga memiliki alasan yang mendasar yang bersepakat menolak relokasi tersebut sejak setahun silam. “Intinya, sampai kapan pun para pedagang ini tidak mau dipindahkan,” kata dia.

“Dan kami akan tetap bertahan kalau kondisi gedung seperti itu. Kalau roboh siapa yang akan bertanggung jawab pak!?. Tapi kalau semuanya sudah maksimal dan terpenuhi kami siap pindah,” timpal Musliman (52) pedagang sepatu-sandal yang juga ikut dalam rombongan perwakilan pedagang itu. (sn/dh)

6 (enam) alasan dasar pedagang menolak direlokasi ke Gedung PTM 2 Prabumulih :

1. Ukuran petak atau kios bangunan lebih kecil dan tidak sesuai dengan ukuran bangunan yang lama.
2. Lebar jalan atau lorong antara satu petak dengan lainnya dinilai sangatlah kecil dan sempit. Sehingga akan membuat para pengunjung dalam gedung PTM 2 tersebut nantinya akan berdesakan.
3. Pedagang menduga gedung bangunan PTM 2 Prabumulih tersebut belum cukup layak untuk dihuni. Dikarenakan semakin hari dinding beton semakin banyak yang retak, lantai pun rusak serta plafon atap mengalami kebocoran.
4. Minimnya lorong antara kios-kios bangunan tersebut. Sehingga, pedagang berharap 3 kios petak ada satu jalan atau lorong.
5. Sarana tempat parkir kendaraan bermotor pun belum ada.
6. Sebelum direlokasi, para pedagang meminta gedung PTM 2 Prabumulih tersebut untuk dapat dilakukan terlebih dahulu. (*)

Related posts

Leave a Comment