You are here
Batik Gambo Jumputan Khas Muba HEADLINE POLITIK & PEMERINTAHAN 

Batik Gambo Jumputan Khas Muba

MUSI BANYUASIN, MS – Batik Gambo (Gambir), khas jumputan berasal dari Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Batik ini selain cocok dipakai juga bentuknya nan modis.

Ketua TP PKK Musi Banyuasin Thia Yufada mengakui pihaknya sedang antusias memperkenalkan kain jumputan tradisional khas Musi Banyuasin (Muba).

“Saya ingin daerah yang dipimpin suami saya (Dodi Reza, red) Muba punya khas khususnya batik yang bisa dibanggakan,” pungkasnya.

Dijelaskan dia, kain batik itu bernama Gambo batik jumputan “Gambo Muba”. Gambo diberi nama demikian karena kain jumputan ini pewarnaannya berasal dari gambir. Gambir biasa disebut gambo oleh orang sekayu.

Menurutnya, kain jumputan Muba ini punya ke-khasan sendiri dibandingkan jumputan lainnya. Pertama dari mulai bahan pewarna menggunakan bahan alami dari getah gambir. “Jadi gambir dari Babat Toman itu paling berkualitas menurut penelitian,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan, batik Gambo (Gambir), khas jumputan, jenis batik yang dikerjakan dengan teknik ikat celup untuk menciptakan gradasi warna yang menarik. Tidak ditulis dengan malam seperti kain batik pada umumnya, kain akan diikat lalu dicelupkan ke dalam warna. Teknik celup rintang, yakni menggunakan tali untuk menghalangi bagian tertentu pada kain agar tidak menyerap warna sehingga terbentuklah sebuah motif. “Gambo Muba, adalah tren mode baru batik jumputan dengan sentuhan modern,” imbuh Thia.

Bahkan, ia menuturkan, Gambo Muba telah hadir di booth-booth mewah di ibukota. Bukan saja moderen secara proses pembuatan namun juga moderen baik tampilan maupun jangkauan pasarnya. “Gambo Muba secara masif menyentuh kalangan selebritas ibu kota Jakarta,” kata istri Bupati Muba ini.

Ketua Dekranasda Muba yang juga Penggagas Gambo Muba, Thia Yufada mengatakan dirinya akan terus berusaha maksimal untuk memperkenalkan Gambo Muba di Nusantara maupun internasional. “Alhamdulillah saat ini Gambo Muba mulai dilirik dan mampu bertengger di industri fashion baik di level nasional dan internasional,” bebernya.

Lanjutnya, saat ini sudah ada beberapa produk kreasi “Gambo Muba”dan akan terus berinovasi untuk kebutuhan industri fashion. “Sesuatu yang tidak berguna kami coba manfaatkan dengan maksimal agar mampu bernilai tinggi dan menghasilkan sesuatu yang luar biasa untuk perkembangan industri tekstil,” harapnya.

Diketahui, Pameran Kriyanusa dalam rangkat HUT Dekranasda diikuti seluruh perwakilan Dekranasda di Indonesia yang digelar 26 – 30 September 2018 yang juga berbarengan dengan Hut Muba ke 62 tahun 2018 dan disaat acara HUT muba seluruh jajaran perangkat daerah dengan bangga menggunakan gambo muba ini, dan dihari ini tanggal 2 oktober 2018 merupakan hari batik nasional dengan bangga kami promosikan batik Jumputan gambo muba adalah kreasi Lokal muba yang telah bertengger di tinggat nasional beber thiya, mari kita bangga menggunakan produk asli Indonesia khasnya kain jumbutan “Gambo Muba“. (red/ril)

Related posts

Leave a Comment