You are here
Bawa 200 Butir Ekstasi, Warga Medan Disergap di SPBU HEADLINE KRIMINAL 

Bawa 200 Butir Ekstasi, Warga Medan Disergap di SPBU

LUBUKLINGGAU, MS – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Lubuklinggau berhasil menggagalkan pengiriman 200 butir pil ekstasi dari Medan, Sumatera Utara yang dibawa seorang wanita bernama Yus Erlis (52).

Tersangka Yus Erlis diciduk anggota Satresnarkoba di SPBU Megang, di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Megang, Kecamatan Lubuklinggau Utara II saat hendak mengantar pil ekstasi kepada anggota polisi yang melakukan penyamaran (undercover buy) dengan tersangka, Sabtu (25/2/2017) pukul 23.00 WIB.‎

Saat penangkapan, polisi sempat beberapa kali menembak ke udara agar tersangka Yus Erlis tidak melarikan diri dan segera menyerah.Penangkapan ini sempat juga menghebokan warga sekitar TKP karena mendengar suara letusan tembakan polisi.

Tersangka disergab tim satresnarkoba di SPBU Megang di Jalan Ahmad Yani,Kelurahan Megang,Kecamatan Lubuklinggau Utara II, saat itu dirinya berada didalam sebuah mobil Travel jenis Toyota Avanza nopol BA 1075 QB dari Kota Padang,Sumatera Barat.

Sebelumnya diitempat berbeda, sekitar pukul 19.30 WIB polisi juga mengamankan 72 butir pil ekstasi warna merah dari tersangka, Adhi Putra yang juga dijebak polisi dengan undercover buy.

Adhi Putra diciduk di Jalan Indah Kelurahan Taba Pingin,Kecamatan Lubuklinggau Selatan II saat hendak menjual delapan butir pil ekstasi kepada anggota polisi yang menyamar.

“Selanjutnya dilakukan penggeledahan terhadap tersangka Adhi Putra serta rumah tempat transaksi, akhirnya ditemukan pil ekstasi 72 butir di semak-semak dekat tempat kejadian,” ungkap‎ Kapolres Lubuklinggau,AKBP Hajat Mabrur Bujangga didampingi Kasatresnarkoba, AKP Ahmad Fauzi, kemarin (27/2/2017).

Dikatakan Hajat, penangkapan tersangka Adhi merupakan dan informasi masyarakat dan pengembangan Satresnarkoba, kemudian penyergaban terhadap tersangka Yus Erlis juga dari pengembangan penyidik Satresnarkoba yang sudah mencium adanya pengiriman narkoba dari Medan ke Lubuklinggau.

“Saat ini kita masih dalam pengembangan asal barang tersebut dan akan melacak jaringannya melalui handpone tersangka yang kita sita,” ujarnya.

Dari tersangka Yus Eris polisi mengamankan barang bukti pil ekstasi warna hijau sebanyak 200 butir,1 unit hp nokia dan mobl toyota Avanza nopol BA 1075 QB. Sedangkan dari tersangka Adhi Putra diamankan 72 Butir pil ekstasi warna merah gambar mahkota, 1 unit hp sonny, dan kotak rokok.

Ditegaskannya, jajaran Polres Lubuklinggau telah dinstruksikan untuk menembak para pelaku kejahatan jika melakukan perlawanan saat penangkapan, tidak hanya melumpuhkan kaki saja,namun sampai dengan tembak mati sekalipun dilakukan jika melawan.

Sedangkan, Tersangka Yus Erlis saat diwawancara mengaku dirinya diminta seseorang untuk mengantarkan 200 butir pil ekstasi tersebut kepada seseorang di Lubuklinggau dengan upah sementara Rp 2 juta biaya transportasi.

“Katanya nanti kalau sudah mengantar barang diberikan uang lagi, kemarin baru diberkan Rp 2 juta untuk ongkos bawa kesini (Lubuklinggau,red), tapi pas mau ngantar ternyata orang itu Polisi,” kata Yus Erlis yang merupakan resedivis kasus narkoba jenis ganja.

Dia mengaku pernah mendekam dipenjara dalam kasus kepemilikan narkoba jenis ganja pada tahun 1990, kemudian Sabtu (25/2) i tertangkap oleh Polres Lubuklinggau karena membawa 200 butir pil ekstasi dar Medan.

Yus Erlis menerangkan pil ekstasi tersebut dibawanya dar Medan ke Lubuklinggau dengan disimpan didalam kantong celana jeans, menggunakan bus ALS.

“Pernah dipenjara di Rantau Perapat sekitar tahun 1990 kasus ganja, saya mau mengantar 200 pil ekstasi ini uangnya untuk biaya berobat kanker servik, saya kena kanker servik,” pungkasnya seraya digiring petugas ke sel tahanan Mapolres Lubuklinggau. (Dhiae)

Related posts

Leave a Comment