oleh

Bebas dari Penyakit Frambusia, OKU Timur Sabet Penghargaan dari Kemenkes RI

OKUTIMUR, MS – Selama tiga tahun terbebas dari penyakit kulit yang menular, Kabupaten OKU Timur terima Penghargaan Bebas Frambusia dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (RI).

Sertifikat Bebas Frambusia ini diberikan langsung oleh Kementrian RI Budi Gunadi Sadikin kepada Bupati OKU Timur Ir. H. Lanosin M.T bertepat di acara hari puncak peringatan World NTD Day di Puri Agung Convention, Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Rabu (6/3/2024).

Turut mendampingi penerima penghargaan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten OKU Timur Ya’kub, SKM. M.M, Kepala Dinas Kominfo Hj. Sri Suhartati, S.E. M.M., Kepala Dinas PUTR Ir. Aldi Gurlanda, M.T, Kepala BPKAD Agustian Pahrimale, S.H. M.M., Kepala Bappeda Litbang Marius Markus, S.STP, Kepala DLH Feri Hadiansyah, S.T. M.M, Direktur RSUD OKU Timur dr. Sugihartono, dan Kabag ULP Mulawarman.

Turut hadir juga pada acara tersebut, Deputy WHO Representative to Indonesia Dr. Momoe Takeuchi, Dirjen Kesehatan Masyarakat dr. Maria Endang Suwiwi, MPH. dan Bupati Walikota yang mengenakan pakaian adat daerah masing-masing.

Kementerian Kesehatan RI pada Hari NTD Sedunia 2024 dengan tajuk Akhiri Kusta, Frambusia, Kaki Gajah, Cacingan, dan Demam Keong ini mengusung tema “Bersatu dan Beraksi, Wujudkan Indonesia Bebas Penyakit Tropis yang Terabaikan” – United, Act, and Eliminate.

Diketahui, NTD sendiri adalah Neglected tropical diseases atau Penyakit Tropis yang terabaikan, yang saat ini menjadi perhatian perioritas pemerintah di Bidang Kesehatan.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa penyakit Frambusia tersebut terbagi menjadi dua yaitu Menular dan Tidak Menular, Penyakit menular berasal dari luar sementara penyakit tidak menular berasal dari dalam diri sendiri.

Artinya, kata Budi, ada yang sakit atau rusak di dalam diri. Ia juga menjelaskan penyakit menular lebih banyak di daerah tropis seperti Indonesia.

“Penyakit menular di daerah tropis juga terbagi dua, ada yang diurus dan ada yang terabaikan, sehingga dengan pengelompokan seperti ini semua dapat ditangani. Saya berpesan kepada seluruh Kepala Daerah baik yang hari ini mendapatkan sertifikat ataupun belum, agar kiranya dapat berperan aktif mengeliminasi penyakit tropis yang terabadikan ini,” ujarnya.

Sementara, Bupati OKU Timur Ir. H. Lanosin M.T mengucapkan rasa syukur atas tidak ditemukannya penyakit Frambusia dalam 3 tahun terakhir di Kabupaten OKU Timur.

Atas bebasnya dari penyakit tersebut, sehingga mendapatkan pengakuan atau sertifikat dari Kementerian Kesehatan RI.

Ia juga mengucapkan terimakasih mulai dari Dinas Kesehatan, tenaga kesehatan hingga seluruh lapisan masyarakat yang telah menjaga lingkungan dengan baik.

“Frambusia ini merupakan penyakit yang luar biasa, saya bangga dengan seluruh masyarakat OKU Timur, dengan bebasnya dari penyakit Frambusia artinya kebersihan dan lingkungan benar-benar sudah terjaga dengan baik. Maka atas diterimanya penghargaan ini, saya yakinkan Kabupaten OKU Timur Maju Lebih Mulia akan terwujud,” ungkap Bupati.

Lebih lanjut, Kepala Dinas Kesehatan OKU Timur Ya’kub, SKM. M.M menambahkan, Penghargaan Sertifikat Bebas Frambusia ini tidak begitu saja kita peroleh, tentu dalam upaya menjaga lingkungan kita selalu mensosialisasikan kesehatan melalui PHBS, skrining koreng dan didukung dengan adanya pusk keliling.

“Alhamdulillah dalam 3 tahun terakhir kita bebas Frambusia, tentu kami juga mengucapkan terimakasih kepada Bapak Bupati atas segala dukungannya,” pungkasnya.

Di sela acara juga dilakukan Launching Obat Kista dan pembacaan komitmen bersama menjaga Kabupaten Kota Bebas Frambusia oleh Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E. mewakilkan 99 Kabupaten Kota se-Indonesia yang menerima Sertifikat Bebas Frambusia dan dan Komitmen mengeliminasi Filariasis oleh Bupati Tasikmalaya H. Ade Sugianto mewakili 3 Kabupaten Kota yang menerima Sertifikat Eliminasi Filariasis (Kaki Gajah). (Boy)

News Feed