You are here
Cegah Penyalahgunaan Obat Batuk Komix, Pemerintah Desa Harus Buat Perdes DAERAH 

Cegah Penyalahgunaan Obat Batuk Komix, Pemerintah Desa Harus Buat Perdes

MUARAENIM, MS – Penyalahgunaan obat batuk jenis komix menjadi salah satu fenomena yang sangat dikhawatirkan oleh orang tua.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Muaraenim, H Marsito saat dikonfirmasi
menyayangkan perilaku upnormal pemuda tersebut. Menurutnya, peranan
orang tua untuk memberikan pendidikan ahlak di rumah adalah hal utama yang diperlukan untuk meminimalisir kenakal remaja itu.
Selain itu, untuk menekan penggunaan obat batuk komix berlebihan, pedagang juga harus membatasi jumlah yang dibeli pemakai.
“Produsen (baca: penjual) juga dihimbau untuk membatasi jumlah yang dijual, yakni hanya sebatas jumlah sesuai aturan pakai yang dianjurkan, misal aturannya sehari 3 kali maka pembeli hanya boleh membeli 3 saset saja. Kecuali untuk diperdagangkan kembali,” kata Marsito, Jumat (14/3/2017).
Hal lain yang dilakukan untuk mengatasi salah satu jenis kenakalan remaja ini, lanjut Marsito, yakni dengan melibatkan Karang Taruna dan Pemerintah Desa untuk membuat Peraturan Desa (Perdes) tentang penanggulangan narkoba atau penggunaan obat terlarang.
Karena menurut Marsito, pemerintah desa diberi wewenang untuk membuat
Perdes sebagai payung hukum di desanya.
“Perdes ini telah diterapkan di desa Ulak Bandung Kecamatan Ujanmas. Untuk sanksi yang diberikan bagi yang melanggar bisa berupa sanksi sosial, seperti diasingkan dari masyarakat untuk memberikan efek jera,” ujar politisi PPP ini.
Untuk penegakan Perdes itu, pihak pemerintah desa dapat memberdayakan
Linmas yang salah satu tupoksinya adalah sebagai aparat penegakan Perdes.
“Untuk memerangi kenakalan remaja yang kian meresahkan ini, tidak cukup hanya sebatas himbauan dari kepala desa. Buat Perdes, jika sudah buat surat edaran, tempelkan di toko-toko dan mini market,” tegas Marsito. (Dev)

Related posts

Leave a Comment