oleh

Dewan Sayangkan Pihak PT Perkebunan Mitra Ogan

BATURAJA, MS – Ketua DPRD Ogan Komering Ulu (OKU) Zaplin Ipani menyayangkan sikap pihak Direksi PT Perkebunan Mitra Ogan, yang mangkir datang atas undangan pihak dewan, Kamis (16/9).

Menurut Zaplin, dewan hanya memfasilitasi dan membantu permasalahan yang ada di perusahaan mereka. Terlebih sebagian karyawannya datang ke DPRD OKU mengadukan nasib atas gaji yang belum dibayar 100 persen.

“Kita sayangkan ketidak hadiran pihak direksi Mitra Ogan. Seharusnya datang. Apalagi sudah di undang. Konfirmasi saat dihubungi pihak direksi akan datang kemarin, namun sampai pukul 18:30 wib kami tunggu mereka tidak kunjung datang,” kata Zaplin, Jumat (17/9).

Untuk menjelaskan dan menindak lanjuti aksi demo karyawan Mitra Ogan, kata Zaplin mereka sudah berkoordinasi dengan pihak eksekutif, dalam hal ini Dinas Tenaga Kerja. “Kita sifatnya memfasilitasi. Kita harapkan agar pihak direksi datang sehingga permasalahan ini bisa diselesaikan. Untuk jadwalnya kita masih menunggu dari hasil koordinasi dengan pihak eksekutif,” ungkapnya.

Ia menghimbau agar pihak perusahaan koperatif sehingga masalah ini selesai. Ini dilakukan dengan harapan tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
Sementara saat hendak mengkonfirmasi hal ini kepada pihak Mitra Ogan sampai berita ini diturunkan belum bisa di konfirmasi.
Seperti dibertikan, puluhan masa mengaku karyawan Perkebunan kelapa sawit, PT Mitra Ogan mengelar aksi damai di Kantor DPRD Ogan Komering Ulu (OKU), Kamis (15/9).

Tuntutan mereka masih sama memperjuangkan hak gaji yang belum dibayarkan 100 persen. Di bawah terik matahari menyengat kulit mereka terlihat melakukan orasi. Puluhan polisi dan anggota Sat Pol PP OKU, berseragam terlihat berjaga mengamankan aksi demo di depan kantor wakil rakyat.
Kehadiran mereka disambut Ketua DPRD OKU, Zaplin Ipani, Anggota DPRD OKU Yudi Purna Nugraha SH, Asisnten I Setda OKU, Mirdaili.

“Kami di sini mengadukan nasib kami ke DPRD. Gaji kami hingga saat ini belum di bayarkan 100 persen untuk bulan Juli dan Agustus,” kata Ketua Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan Serikat Pekerja, Alwi didampingi Wakilnya, Bawafi.

Namun yang kami tuntut mengenai hak karyawan. Yakni, masalah gaji bulan Juli-Agustus baru dibayarkan 65 persen. 35 persen sisanya belum.”Kami yang datang ke sini mewakili karyawan yang lain,” katanya. (kk)

News Feed