You are here
Diduga Pengerjaan Jalan Setapak Mangku Negara,  80 Persen Ditimbun dengan Tanah DAERAH 

Diduga Pengerjaan Jalan Setapak Mangku Negara, 80 Persen Ditimbun dengan Tanah

PALI,  MS – Dalam pasal 48 dan 51 PP nomor 43 tahun,  Badan Permusyawaratan Masyarakat Desa,  mempunyai peran yang strategis, dalam ikut mengawal penggunaan dana desa tersebut,  agar tidak diselewengkan.

Atas perintah dari Presiden RI Jokowi, bahwa Kejaksaan, Kepolisian, Masyarakat,  Media,  harus mengawasi dana desa yang ada, terutama pembangunan desa,  akan tetapi disini awak media menemukan kejanggalan.

Hasil dari pantauan awak media,  Oknum kepala Desa selalu menghindar, dan susah ditemui,  untuk mengkonfirmasi terkait masalah tersebut, sebab sudah tanggung jawab media wajib mengkonfirmasi informasi tersebut, Jumat (28/9/2018).

Narasumber LN yang tidak ingin disebutkan namanya, salah satu warga setempat, pengerjaan jalan setapak di Desa Mangku Negara, kecamatan Penukal Utara dikerjakan di tahun 2018, disini menemukan kejanggalan – kejanggalan tentang pengerjaan.

Pengerjaan jalan setapak ini dengan panjang 1650 meter, lebar 1,5 meter , ketebalan 15 cm dikerjakan tidak sesuai spek anggaran yang ada, dan sebelum di kasihkan bahan seperti semen,  jalan tersebut banyaklah tanah dibandingkan  batu kerikil, serta tidak ada lapisan terpal.

“Untuk anggaran jalan setapak di desa menelan anggaran lebih kurang sebesar Rp 531 juta rupiah, dan ini merupakan salah satu contoh kecil saja,  akan tetapi banyak kejanggalan pembangunan di desa ini, sebab saya hanya mengetahui sedikit pembangunan desa,”ujarnya.

Saat dikonfirmasi melalui via WhatsApp dengan nomor hanpone 08127143XXXX, Akira Kepala Desa Mangku Negara kecamatan Penukal Utara, membalas pesan di whatsApp dengan kata – kata, jangan mudah mengancam gawean itu.

“Perlu bapak ketahui mengerjakan ini TPK dan jika selesai diperiksa oleh tim Kecamatan dan kabupaten dalam pelaksanaan selalu di awasi, tapi jika bapak mengadukan silakan ke kajari pali karena saya bekerja apa adanya, ” tuturnya.

Bahkan dia mengungkapkan “Ya sama-sama pak,  kita semua bersaudara sahabat, dan teman itu yang kita perlukan,  karena setiap manusia pasti saling membutuhkan,  ” ucapnya.

Sementara itu salah satu Pendamping Lokal Desa FD, yang enggan disebutkan namanya, bercerita dengan awak media, bahwa sudah 2 kali monitoring ke lokasi pengerjaan,  dan sudah 2 kali juga menegur pengerjaan tersebut.

“Tahap Pertama monitoring Pendamping Lokal Desa saja,  dan tahap kedua monitoring Pendamping Lokal Desa bersama Pendamping Desa Teknik Infrastruktur (PDTI) tingkat kecamatan, diduga tidak sesuai pengerjaan,  akan tetapi pengerjaan ini masih tetap dikerjakan pula,  ” ujarnya.

Dia mengungkapkan sudah 2 kali menegur, baik itu Pendamping Lokal Desa maupun Pendamping Desa Teknik Infrastruktur, dari kecamatan Sudah menegur secara lisan, menegur secara tulisan belum tau. (yeng)

Related posts

Leave a Comment