oleh

Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten OKU Selatan Launching Akselerasi Informasi dan Edukasi Berbudaya Digital

Nidi Firdaus ,S.Pd.Sd Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan) Kabupaten OKU Selatan menyampaikan kegiatan ini adalah memperkenalkan salah satu program terbaru di dinas ketahanan pangan kabupaten OKU Selatan.

” Optimalisasi penggunaan website Dinas dalam menyampaikan informasi dan edukasi kepada masyarakat terkait ketahanan pangan melalui website resmi dinas ketahanan pangan OKU Selatan” ujarnya.

Hal ini dilakukan adalah memudahkan komunikasi antara masyarakat dan dinas ketahanan pangan terkait update harga 20 bahan pangan dan informasi lainnya.

Selain itu mengigat kabupaten OKU Selatan saat ini ketersediaan ketahanan pangan jenis beras sebanyak 14 Ton dan cadangan sebanyak 100 ton yang saat ini dititipkan di Bulog OKU Raya, adapun ketersedian dan cadangan bahan pangan tersebut di peruntukan untuk jika ada beberapa hal seperti terjadi wabah kelaparan di suatu desa akibat keterbatasan pangan jadi secara tidak langsung kami akan menerima laporan dari kepala desa, kecamatan dan tim akan meninjau langsung terkait hal tersebut dan hasil dari tim akan ditindak lanjuti.

“Ketersediaan dan stok ketahanan pangan jenis beras ini juga akan kita peruntukan jika terjadinya sebuah bencana alam dan bencana lainnya di suatu wilayah OKU Selatan, yang mengakibatkan keluarga tersebut harus segera kita bantu ketersediaan pangan nya,” ungkapnya.

Saat ini pihaknya berupaya melalui dinas ketahanan pangan sendiri melakukan upaya edukasi kepada masyarakat terkait pangan pengganti beras, yang dimana potensi bahan pangan pengganti beras di kabupaten OKU Selatan ini banyak seperti singkong, umbi-umbian, sukun, jagung, pisang, yang saat ini kurang diminati masyarakat karena dianggap sebagai makanan kelas 2, padahal bahan-bahan pangan sumber karbohidrat tersebut memiliki Indeks Glikemik yang relatif lebih rendah sehingga sangat cocok untuk para penderita penyakit diabetes, disamping ada sumber mineral maupun vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh.

” Namun terkait untuk meninggalkan kebiasaan mengkonsumsi pangan jenis beras ini secara instan masih berangsur Karana untuk meninggalkan dan mengkonsumsi nasi di tengah tengah masyarakat di hadapi beberapa tantangan, jadi kami tetap akan melakukan edukasi melalui perihal apa saja bahan pangan bergizi dan kaya protein sebagai pengganti beras,” pungkasnya.

Masih kata Nidi Firdaus di era globalisasi ini banyak hal yang perlu di ketahui masyarakat terkait bahan pangan apa saja yang baik di konsumsi oleh masyarakat namun untuk meninggalkan kebiasaan dikonsumsi yang sehari hari kita lakukan memang memiliki beberapa tantangan tertentu. “Jadi kami tetap optimis jika program di dinas ketahanan pangan ” SINEDI” ini sendiri akan mampu memberikan informasi kepada masyarakat umum terkhusus bagi masyarakat OKU Selatan mana makanan yang bagus, baik dan bergizi kita konsumsi selain dari beras,” tutupnya. (Slamat)

News Feed