You are here
Dodi Reza Alex Boyong Guru dan Siswa Belajar ke Sekolah Menengah Margaret River Australia DAERAH HEADLINE 

Dodi Reza Alex Boyong Guru dan Siswa Belajar ke Sekolah Menengah Margaret River Australia

AUSTRALIA, MS – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) memiliki keinginan yang luar biasa untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) guru dan siswa didaerahnya dan akan terus berupaya memaksimalkan meningkatkan kualitas pendidikan di bumi Serasan Sekate. Bahkan hingga saat ini terhitung sudah satu tahun Pemkab Muba mengimplementasikan Lighthouse School Program (LSP) yang merupakan kolaborasi Pemkab Muba bersama program Putra Sampoerna Foundation-School Development Outreach (PSF-SDO).

Sekolah Menengah Margaret River adalah penerima tahunan abadi dari penghargaan ‘Sekolah Pertunjukan Terbaik’. Penghargaan bergengsi ini mengakui sekolah di Australia Barat dengan prestasi siswa yang luar biasa, baik di jalur studi tersier maupun non-tersier.
Margaret River Senior High School adalah Sekolah Umum Independen yang merupakan bagian integral dari komunitas Augusta-Margaret River. Didirikan pada tahun 1952, sekolah ini memiliki sejarah keberhasilan dan pencapaian siswa yang kaya. Tradisi ini ditegakkan dengan komitmen berkelanjutan untuk pencapaian keunggulan pribadi dan akademik. Sekolah ini memiliki etos kerja dan tujuan untuk memastikan bahwa potensi akademik, kreatif, sosial dan pribadi setiap siswa berkembang hingga tingkat tertinggi yang mungkin dicapai dengan mengembangkan nilai dan atribut berikut ini hormat menghormati diri sendiri, orang lain dan lingkungan, kejujuran, kemandirian, siswa yang termotivasi, siswa yang berhitung dan bernilai,
siswa yang tangguh dan mudah beradaptasi , siswa yang menginginkan keunggulan dan siswa yang Siap untuk berpartisipasi secara aktif dalam keanggotaan komunitas, pendidikan, pelatihan, dan keterlibatan kerja.

Direktur PSF-SDO Gusman Yahya mengatakan, Kabupaten Muba dinilai berhasil menjalankan program LSP dan saat ini diharapkan guru atau tenaga pendidik di Muba dapat menularkan materi LSP ke tenaga pendidik lainnya khususnya di Muba.

“Oleh sebab itu, kami memilih dan menunjuk sebanyak 4 guru dan 8 siswa asal Muba untuk belajar ke Margaret River Senior High School (MRSHS) di Western Australia yang dimulai 14 sampai 20 Oktober 2018,” ungkapnya.

Adapun 4 guru dan 8 tenaga pendidik yang terpilih belajar ke Margaret River Senior High School Australia yakni diantaranya guru SMP Negeri 1 Sungai Lilin Widya Hartini, guru SMP Negeri 1 Sungai Lilin Masitoh, Guru SMP Negeri 1 Babat Toman Husnita, guru SMP Negeri 1 Babat Toman Sri Ningsih, siswi SMP Negeri 1 Sungai Lilin Aulia Arindita, siswi SMP Negeri 1 Sungai Lilin Putri Nur Erina, siswi SMP Negeri 1 Babat Toman Nabila Hartina, siswi SMP Negeri 1 Babat Toman Dely Aulia, siswi SMP Negeri 1 Babat Toman Iqliyatul Aulia, siswa SMP Negeri 1 Sungai Lilin Yogi Pratama, siswa SMP Negeri 1 Sungai Lilin Alfritz, dan siswa SMP Negeri 1 Babat Toman Arif Gunawan.

Dikatakan, program LSP sudah diterapkan di 130 negara maju dan salah satunya di Kabupaten Musi Banyuasin. “Sengaja kami memilih Kabupaten Muba karena komitmen Kepala Daerah-nya untuk meningkatkan kualitas pendidikan sangat getol, terlebih lagi SDM tenaga pendidik yang ada di Muba sangat mumpuni untuk melaksanakan program LSP,” terangnya.

Lanjutnya, diharapkan kepada 4 guru dan 8 siswa-siswi terpilih belajar ke MRSHS tersebut nantinya dapat mengimbaskan ilmu pengetahuan yang diperoleh ke tenaga pendidik dan peserta didik di Kabupaten Muba.

“Kunjungan studi SMPN 1 Sungai Lilin dan SMPN 1 Babat Toman ke Margaret River Senior High School, Perth ini merupakan kesempatan emas untuk mempelajari bagaimana siswa disini belajar baik di dalam ataupun di luar kelas. Bukan hanya siswa, para guru juga diberikan kesempatan untuk mendalami penerapan belajar aktif dan sistem pengelolaan sekolah publik mandiri di Australia,” urainya.

Dijelaskan, dalam kegiatan kunjungan sekolah ini, 8 siswa mengikuti kegiatan sehari-hari siswa di Margaret River Senior High School (MRSHS) sejak pagi hingga sore hari.

“Mereka dipasangkan dengan siswa MRSHS dan belajar di kelas, bergaul dengan sesama siswa serta mengikuti kegiatan ekstrakurikuler sekolah. Sedangkan 4 guru yang berkunjung mengikuti sesi yang sudah dipersiapkan antara lain diskusi dengan tim manajemen sekolah serta observasi kegiatan belajar mengajar di MRSHS,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin mengatakan adapun tujuan dirinya mengajak guru dan siswa ke MRSHS yakni bertujuan untuk mendorong peningkatan kualitas sekolah secara intensif melalui pendekatan komprehensif dan kolaboratif untuk mewujudkan sistem manajemen sekolah yang akuntabel. Hal ini dilakukan dengan sejumlah kegiatan pengembangan profesional guru, kualitas manajemen sekolah, kapasitas siswa, dan pemberdayaan komunitas sekolah, serta mengenalkan pendidikan berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, dan Math) dan pendidikan Bahasa Inggris kepada sistem pendidikan di MUBA.

“Pendidikan berbasis STEM tengah berkembang luas di dunia karena dianggap efektif meningkatkan kemampuan berpikir siswa secara holistik. Kami berharap hal ini dapat mendorong pelajar memahami seluk-beluk sains dan teknologi, mereka terbiasa bereksplorasi, bereksperimen dan berkarya sehingga membentuk rasa percaya diri untuk melahirkan berbagai inovasi dalam memajukan daerahnya dan bangsa Indonesia,” ujar alumni Universite Libre de Bruxelles – Belgia tersebut.

Dodi menambahkan, sebagai kelanjutan untuk menciptakan sistem pendidikan global yang lebih komprehensif, Pemkab MUBA dan SU turut menerapkan manajemen pembelajaran kelas dunia secara digital melalui platform Schoology yang telah memiliki reputasi internasional dan diterapkan di 130 negara.

“Untuk dapat bersaing di era global sekarang ini, diperlukan kualitas sumber daya manusia yang mumpuni. Kami percaya melalui Lighthouse School Program (LSP), para pelajar di MUBA dapat merasakan langsung pengalaman pembelajaran internasional. Ditambah lagi dengan Schoology yang memudahkan pelajar dan guru di MUBA untuk berinteraksi dengan rekan pelajar dan pendidik lainnya di seluruh dunia. Program semacam ini akan mampu mengubah dan menginspirasi para pendidik di Muba. Ini akan membawa perubahan yang fundamental,” pungkasnya.

Selain itu dodi Reza menambahkan sekolah ini memiliki kekuatan utama komunitas sekolah yakni hubungan yang kuat dan kemitraan dengan orang tua dan masyarakat setempat. Orang tua memainkan peran kunci dalam merencanakan masa depan dan berpartisipasi dalam semua aspek kehidupan sekolah. Rasa kebersamaan yang kuat dan kualitas hubungan yang membuat Margaret River Senior High School istimewa.

“Sekolah ini telah menjalin kemitraan dengan Margaret River Education Campus (MREC) yang mencakup Universitas Edith Cowan, Curtin University dan Southwest Institute of Technology. Fasilitas bersama telah mengarah ke program baru dan inovatif yang memungkinkan siswa untuk terhubung ke studi TAFE, ECU, dan pembelajaran di tempat kerja. Harapan kami para guru dan siswa yang telah melaksanakan kegiatan tersebut dapat memberi warna kedepanya untuk sekolah di Musi Banyuasin,” pungkas Dodi Reza. (red)

Related posts

Leave a Comment