You are here
GTPP Covid-19 Muratara Akan Tindak Tegas Mahasiswa Yang Daftar Bansos DAERAH HEADLINE 

GTPP Covid-19 Muratara Akan Tindak Tegas Mahasiswa Yang Daftar Bansos

*Banyak Mahasiswa Yang Sudah Terima

Bidikmisi Daftar Bansos Dampak Covid-19

MURATARA, MS – Banyak di temukan mahasiswa yang sudah menerima bidik misi, maupun mahasiswa yang dikuliahkan oleh Pemerintah Kabupaten Muratara yang mendaftarkan diri sebagai calon penerima bansos mahasiswa dampak covid-19. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas Utara (Muratara) melalui Gugus T Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Muratara akan tindak tegas mahasiswa tersebut bahkan hingga akan mengklarifikasi kepihak kampus masing-masing.

Sebelumnya diedarkan surat dari disdik Muratara pada 27 april 2020 yang berisikan tentang pemberitahuan akan adanya bantuan untuk mahasiswa dengan persyaratan sebagai berikut foto copy Kartu Keluarga (KK) Asli Kabupaten Musi Rawas Utara, foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP), bukan sebagai anak kandung atau angkat dari Pegawai Negeri Sipil, Polri, TNI dan Aparatur Sipil Negara, DPR, Kades, Foto Copy Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) yang masih berlaku bagi mahasiswa tingkat atas, foto salin Kartu Hasil Studi (KHS) semester terakhir, foto copy nama bank dan nomor rekening a.n mahasiswa atau bendahara fakultas.

Selanjutnya terjadinya polemik antara surat Disdik dan stadmen jubir sehingga di umumkan lagi persyaratan lanjutan yaitu surat keterangan tidak mampu dan diberitahukan lagi bahwa bantuan Bansos tersebut bukan untuk mahasiswa yang sedang menerima bantuan baik Bidikmisi, bantuan pemkab dan lain sebagainya termasuk UNISA, Farmasi dan UT.

Selanjutnya memasuki tahap verifikasi di umumkan lagi bahwa mahasiswa harus membuat surat permohonan bantuan tersebut kepada gugus tugas, setelah verifikasi ternyata terjaring mahasiswa yang menerima bidikmisi dan ada juga yang di kuliah kan oleh Pemkab Muratara karena itu lah Tim Gugus Tugas mengambil langkah untuk mahasiswa yang diluar MLM untuk membuat surat keterangan yang menyatakan bahwa sedang tidak menerima bantuan pemerintah baik itu bidikmisi dan lain sebagainya.

“Mahasiswa yang kuliah di Luar MLM di wajibkan untuk membuat surat pernyataan tdk sdg menerima beasiswa dari pihak manopun (Bidikmisi, PPA, BBM, Bank, Dll), sebenarnya untuk mempermudah mahasiswa calon penerima bantuan,” ujar juru bicara Covid 19 Susyanto Tunut melalui realees pers, Rabu (17/6/2020) .

Menurut dia, kenapa mahasiswa yang menerima bidikmisi dan yang dikuliahkan oleh pemerintah tidak boleh menerima bansos ini, karena ini untuk Mahasiswa yang terdampak covid-19 yang terkendala biaya, utaranya.

“Surat pun bisa diantar langsung dgn disdik muratara, bisa dikumpulkan secara kolektif, bisa juga dikirim via email. Situs covid muratara. (Admin@covid19.muratarakab.go.id) untuk yang berada di Lokasi yang jauh dari Rupit diutamakan untuk mengirim via Email saja, surat keterangan tersebut Digunakan untuk membuktikan bahwa ybs sdg tidak menerimaa beasiswa dari pihak manapun,” tambahnya.

Dikatakan dia, bagi yang nama-namanya lolos akan ada uji publik. “Nah kalau nanti ada sanggahan dari masyarakat bahwa yg bersangkutan sdg menerima beasiswa, maka akan dilakukan klarifikasi dgn kampus yg bersangkutan,” tukasnya.

“Bisa saja konsekuensinya pemberhentian beasiswa yang bersangkutan dikampus, atau bagi yang dikuliahkan oleh pemkab bisa-bisa sampai mengembalikan bantuan ke pemkab, karena itu ada unsur penipuan terhdap negara,” cetusnya. (Elda)

Related posts

Leave a Comment