You are here
Gunakan Komposisi SKAT, Aspal Karet Muba Bukan ‘Isapan Jempol’ DAERAH HEADLINE 

Gunakan Komposisi SKAT, Aspal Karet Muba Bukan ‘Isapan Jempol’

SEKAYU, MS – Menakjubkan, program dan terobosan Pemeritah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) yang akan membangun dan memperbaiki jalan aspal dengan menggunakan bahan campuran karet, ternyata bukan hanya asbun (asal bunyi) atau isapan jempol semata.

Inovasi yang akan meningkatkan harga karet petani tersebut saat ini telah memasuki tahapan paparan dari PT Jaya Trade Indonesia (JTI) selaku pemegang mandat dari tim teknis aspal karet Kementerian Perindustrian RI bertempat di ruang rapat Dinas Perkebunan Muba, belum lama ini.

Perwakilan PT Jaya Trade Indonesia Nurul dalam paparannya menjelaskan pengembangan aspal karet di Muba akan mengunakan komposisi SKAT (menggunakan 25 persen karet dan 75 persen ban bekas) karna mempunyai keunggulan persentase penyerapan volume karet alam lebih tinggi, memanfaatkan ban sebagai campuran dan mudah dalam penyimpanannya (hasilnya kering).

“Dibandingkan hotmix biasa, menggunakan SKAT ini dapat mengurangi tebal aspal dengan menghasilkan kualitas yang sama dan lebih hemat biaya”, jelasnya.

Lanjutnya, sebagai contoh pihaknya telah menggunakan komposisi SKAT untuk hotmix di jalur Pantura Jawa Karawang km 88 sepanjang 500 meter pada tahun 2017 lalu dengan serapan karet alam sebesar 14,2 persen.

Kepala Dinas Perkebunan diwakili Kabid Sapras Dinas Perkebunan Muba Ir Tri Yulisman Eka Putra MM mengatakan paparan yang disampaikan PT Jaya Trade Indonesia untuk menjelaskan metode yang dilaksanakan.

“Setelah hari ini kita akan membentuk tim kecil untuk membahas secara detail rencana MOU. Kami menginginkan MOU nanti betul-betul berjalan tidak hanya dikertas saja,” ucapnya.

Ditambahkannya, banyak hal harus disiapkan secara matang mulai kesiapan petani, sarana dan prasarana serta infrastruktur. (red)

Related posts

Leave a Comment