You are here
Hasil Survei Selisih Tipis FCO Tantang Petahana HEADLINE POLITIK & PEMERINTAHAN 

Hasil Survei Selisih Tipis FCO Tantang Petahana

Dhia 2MUSI RAWAS, MS – Satu persatu kandidat penantang petahana pada Pilkada Musirawas 2020 bermunculan. Bahkan dari beberapa kandidat calon bupati yang mulai mendaftarkan diri di parpol yang melakukan penjaringan, satu kandidat cabup digadang-gadang bakal jadi penantang pas untuk bertarung melawan petahana.

Terbaru, hasil survey Rafflesia Research Paramater yang dilakukan 18 hingga 23 Oktober lalu, terlihat elektabilitas dan popularitas Cabup Firdaus Cik Olah yang juga Ketua DPD Golkar Musirawas, lebih pas menjadi penantang. Hal ini disampaikan Direktur Rafflesia Research Parameter, Ari Setiono didampingi Senior Research Dr. Alfaraby, Senin petang (4/11).

“Dari 14 Kecamatan di Musirawas, terlihat bahwa dari seluruh calon bupati, terlihat bahwa dari seluruh calon bupati, penantang potensial lawan incumbent adalah Firdaus Cik Olah dengan elektabilitas 22 persen, karena incumbent hanya 36 persen,” paparnya.

Survey berikan gambaran bahwa dari beberapa calon yang memungkinkan melaju penantang serius hanya Firdaus Cik Olah. Namun survey ini belum final, karena calon bupati belum deklarasi resmi termasuk pasangannya.

“Kandidat calon bupati lain hanya dibawah 8 persen, ini memberi gambaran untuk serius maju. Terlebih, tingkat kepuasan terhadap kinerja incumbent hanya 35 persen dan 33 persen tidak puas, sedangkan sisanya tidak tahu. Secara tidak langsung memberikan gambaran bahwa incumbent harus memiiliki strategi untuk maju dan meningkatkan elektabilitas,” ungkapnya.

Sementara, Firdaus Cik Olah tidak merasa jumawah dengan hasil survey ini, karena selama ini belum deklarasi tapi memang sudah mengambil formulir diparpol.

“Dalam waktu dekat akan deklarasi menyatakan sikap untuk maju pilkada. Deklarasi ini juga bersama tokoh masyarakat dan agama serta menyebar alat peraga memastikan bahwa benar maju, termasuk sosialisasi bertemu masyarakat langsung,” ujarnya.

Menurutnya, memaksimalkan untuk meningkatkan elektabilitas dan popularitas.

“Melihat hasil survey tingkat kepuasan diangka 35 persen berarti ada masalah dalam pola memimpin Musirawas. Dan survey ini menentukan saya serius atau tidak. Terlepas itu, kewenangan menentukan itu DPP dan survey, tapi pasti mengutamakan kader,” pungkasnya.(dhia)

Related posts

Leave a Comment