You are here
HUT Ke-67, Gubernur: Musi Rawas Kabupaten Termashur di Sumsel ADVETORIAL HEADLINE 

HUT Ke-67, Gubernur: Musi Rawas Kabupaten Termashur di Sumsel

DR 1

MUSI RAWAS, MS – Puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Musi Rawas (Mura) ke-76 dengan pelaksanaan Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Mura, Selasa (30/4/2019) berjalan lancar dan sukses tanpa ada kendala apapun.

DR 3Dalam momen tersebut Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru memberikan apresiasi atas pencapaian Kabupaten Musi Rawas (Mura). Menurut Gubernur, dengan segala prestasi yang diraihnya, dan di usianya yang ke-76 tahun, Kabupaten Mura menjadi salah satu kabupaten termashur di Provinsi Sumsel didukung segala potensi yang ada.

Rapat paripurna yang dimulai sekitar Pukul 10.15 WIB dan dihadiri 30 anggota DPRD Kabupaten Mura dipimpin langsung Ketua DPRD Kabupaten Mura, Yudi Fratama dan dihadiri Gubernur Sumsel, H Herman Deru, Bupati Mura, H Hendra Gunawan, Wakil Bupati Mura, Hj Suwarti, Wakil Ketua I H Yuzakkir Mahmud dan Wakil Ketua II DPRD Mura Ismun Yahya, serta perwakilan kepala daerah, Bupati, Walikota dan unsur Forkominda dan jajaran Pejabat di lingkungan Pemkab Mura.

DR 2Bupati Mura, H Hendra Gunawan mengatakan, peringatan HUT Kabupaten Mura yang ke-76 ini mengusung tema “Dengan semangat AK5, persatuan dan gotong royong kita wujudkan Musi Rawas Sempurna menuju Sumsel Maju untuk semua“.

Kepemimpinannya bersama Hj Suwarti, yang masuk usia ketiga tahun tentunya terus berusaha dan membenahi kelemahan di berbagai sektor pembangunan, baik infrastruktur, ekonomi, sosial budaya maupun sumber daya manusia. Dengan APBD yang secara bertahap meningkat dari Rp1,5 T (2015), Rp1,76 T (2016), Rp1,62 T (2017), Rp1,75 T (2018) dan
saat ini Rp1,9 T (2019).

Selain itu lanjut Bupati, dalam mewujudkan kesejehteraan bagi masyarakat, selama tiga tahun ini Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terus mengalami peningkatan dari 64,11 pada 2015, 64,75 pada 2016, dan naik menjadi 65,31 pada 2017, dan pada 2018 mencapai 66,18. Dimana kenaikan tersebut, baik di sektor meningkatnya rata-rata lama sekolah (RLS), kesehatan dan juga pengeluaran per kapita masyarakat. Kemudian pada sektor pembangunan infrastruktur jalan, total jalan yang sudah di bangun sepanjang 1.420,49 Km. Infrastruktur jalan dalam kondisi baik meningkat, dari 631,92 Km di 2016 menjadi 677,43 Km di 2017 dan pada 2018 sepanjang 739,38 Km (52,06%).

Dikatakan Bupati, berdasarkan hasil evaluasi dan progres tindak lanjut Rencana Aksi (Renaksi) Pemberantasan Korupsi di Kabupaten Mura yang terintegrasi dengan KPK, terdapat delapan sektor Renaksi Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi (PPKT) KPK 2018, yang dipantau melalui Aplikasi MCP-KPK. Pemkab Mura mendapatkan rangking pertama diantara 17 Kabupaten/Kota se-Sumsel dengan capaian 77 persen.

Sedangkan untuk bidang keagamaan sambung ia, terdapat Program Musi Rawas Sempurna Bershodaqoh, Musi Rawas Sempurna Cinta Al-Qur’an dan Memakmurkan Masjid, Gerhati (Gerakan Duha Tiada Henti). Dengan berbagai capaian tersebut, Bupati tetap mengajak masyarakat untuk menjaga persatuan, kesatuan dan bekerja keras sesuai bidangnya masing-masing, jaga kebersamaan semua untuk mewujudkan Musi Rawas Sempurna.

Sementara itu, Gubernur Sumsel, H Herman Deru mengatakan, diusia yang ke-76 tahun, tentunya Kabuaten Mura dalam kategori emas, jika dihitung dan dibandingkan 17 kabupaten/kota lainnya di Provinis Sumsel. Bahkan Kabupaten Mura tergolong kabupaten yang sangat mashur dengan segala potensi yang dimiliki. Kendati sudah menghasilkan dua daerah otonomi baru (DOB).

Gubernur juga menyampaikan, bahwasannya akan menjadikan RSUD Sobirin sebagai rumah sakit rujukan yang dikelola oleh Pemprov Sumsel. Untuk di Kabupaten Mura akan dibangun RS resepentatif sendiri sesuai nilai dari RS Sobirin saat ini. Disamping itu, Gubernur juga mengajak kita semua untuk bersama-sama menjaga dan menanam pohon untuk penghijauan serta menjaga keseimbangan alam.

“Bila perlu ini menjadi sarat bagi orang tua yang mau memasukan anaknya baik TK, SD maupun SMP harus melampirkan foto anaknya menanam, dan SMA menjadi kewajiban karena langsung dibawah naungan Provinsi,” kata Gubernur.

Orang nomor satu di Provinsi Sumsel tersebut juga mengakui, kekompakan yang ada di Kabupaten Mura, baik masyarakat pemerintah dan juga anggota DPRD yang begitu solid. Untuk itu, dirinya berpesan agar kekeompakan tersebut kedepan akan terus terjaga. Sebab kompak menjadi modal utama dalam pembangunan.

Untuk diketahui, rapat paripurna istimewa tersebut selesai sekitar Pukul 11.54 WIB yang kemudian dilanjutkan dengan penyerahan sertivikat tanah masyarakat dan hiban kepada beberapa Instansi vertikal dan pemotongan tumpeng serta ditutup dengan foto bersama lagi. (adv/dhia)

Related posts

Leave a Comment