oleh

Imam Senen: “Pengabdianku untuk Kota Lubuklinggau”

LUBUKLINGGAU-Salah seorang putra terbaik Kota Lubuklinggau, Imam Senen, S.Sos., M.Si, dipastikan ikut mencalonkan diri pada kontestasi politik Pilkada Kota Lubuklinggau, 27 November 2024 mendatang.

Sekretaris DPRD Kota Lubuklinggau itu akan mendampingi, H Rodi Wijaya (HRW) sebagai bakal calon wakil wali kota Lubuklinggau periode 2025-2030.

Untuk diketahui, Imam Senen, lahir di Kelurahan Air Kati (Bedeng Kati) Kecamatan Lubuklinggau Selatan I pada 17 November 1964.

Dia adalah putra bungsu dari empat bersaudara, anak pasangan dari H Kuris dan Hj Soleha. Ayahnya Imam Senen sebagai Gindo selama 17 tahun di Bedeng Kati, sehingga jiwa kepemimpinannya melekat pada beliau.

Imam Senen semasa kecilnya hidup dilingkungan yang sederhana. Dibesarkan dari keluarga seorang petani tradisional, sehingga hari demi hari dilewatinya dengan turut membantu orang tua sebagai bentuk pengabdiannya sejak dini.

Riwayat pendidikannya pun dimulai dari sekolah dasar di SD Air Kati (1976), dilanjutkan ke jenjang SMPN 1 Lubuklinggau (1981), lalu SMEA Negeri Lubuklinggau (1984).

Kilas balik perjalanan Imam Senen dalam menempuh pendidikan yang tidak mudah telah menjadikannya sebagai sosok tauladan dan punya disiplin tinggi.
Hal itu karena susahnya akses transportasi kala itu, untuk sampai ke sekolah, bisa memakan waktu 1 jam lebih.

Meskipun demikian, Imam Senen memiliki tekad yang kuat dan kesadaran betapa pentingnya pendidikan, sehingga problematika beliau dalam menjajaki pendidikan pun dihiraukan.

Selepas tamat SMA, Imam Senen mulai mengawali karirnya di birokrasi.

Kala itu, beliau hanya sebagai honorer biasa sehingga banyak liku-liku perjalanan karirnya yang dihadapi.
Ia pernah ditugaskan di Kecamatan Rawas Ilir atau sekarang merupakan bagian dari Kabupaten Muratara, lagi-lagi akses infastruktur untuk bekerja membuatnya harus menetap di kawasan tersebut, sebab untuk menempuh ke Rawas Ilir bisa memakan waktu 6-7 jam.

Bak gayung bersambut, tempat Imam Senen ditugaskan menjadi pertemuan jodohnya. Ia menikah dengan seorang wanita asli Muratara bernama Kolbiya.

Dari pernikahannya dengan Kolbiya, dikaruniai dua orang anak, yakni Reza Ashabul Kahfi yang sekarang terpilih menjadi anggota DPRD Kota Lubuklinggau dan putri Noorwanrisha yang berprofesi sebagai pengusaha muda.
Perjalanan karir Imam Senen dibirokrat diawali dari nol.

Ia pertama kali menjabat sebagai staf di kecamatan, selanjutnya didapuk sebagai Pjs Kasi Trantib Kecamatan Lubuklinggau Barat (1997), Plt Kasi Trantib (2001), Pjs Kasi Trantib Lubuk Durian (2001), Sekcam Lubuklinggau Selatan (2002), Pj Camat Lubuklinggau Selatan (2004), Camat Lubuklinggau Selatan I (2007), Kabag Pemerintahan (2010) dan Asisten Administrasi Umum Setda Kota Lubuklinggau (2010).
Selanjutnya, Kadiskop UMKM-PP (2011), Kaban KB-PP (2012), Kepala BPMPK (2013), Asisten Pemerintahan dan Kesra (2013), Kadis PPKAD (2013), Kepala BKD (2015), Kepala BPKAD (2019), Sekretaris DPRD (2021), Plt Sekda (2022), Pjs Sekda (2022), dan Sekretaris DPRD (2023 etc).

Semasa berkarir di birokrat, Imam Senen juga menjajaki pendidikan disela-sela pekerjaannya. Ia menempuh pendidikan S1 di STIA Bengkulu (2002) dan S2 di STIA Mandala Indonesia (2006).

Beliau juga memiliki segudang pengalaman dengan latar belakang yang sangat baik selama menjadi pimpinan mulai dari eslon II, III, dan eslon VI, ia juga sebagai panutan bagi kalangan ASN dan terkhusus pengayom keluarga serta kerabat dilingkungan ASN.

Kepedulian Imam Senen pada Kota Lubuklinggau sangat nyata, sehingga membawanya untuk terjun ke politik, dimana ia akan menerapkan visi terwujudnya Lubuklinggau sebagai kota maju dan berdaya saing.

Selain itu, memiliki enam pokok agenda prioritas pembangunan, yakni bidang pendidikan, kesehatan, perekonomian, sosial kemasyarakatan, infrastruktur yang berwawasan lingkungan, dan tata kelola pemerintahan.

Tak lekang oleh waktu, Imam Senen merupakan tokoh sentral di wilayah Kecamatan Lubuklinggau Selatan– tanah tempat kelahirannya. Ia berperan penting dalam perkembangan daerah yang ia jajaki selama 7 tahun.

Oleh karena itu menjadi basic masanya sebagai modal mendongkrak suara di Pilkada mendatang.

Alasan taktis Imam Senen untuk menjadi kandidat Pilkada 2024 Kota Lubuklinggau adalah memiliki kombinasi pengalaman, kedekatan dengan masyarakat, visi yang jelas, memiliki tim yang solid, kemampuan beradaptasi, dan komitmen terhadap transparansi, sehingga dapat memenangkan hati masyarakat Kota Lubuklinggau. ‘
Bersama HRW, mereka diyakini dapat membawa perubahan positif dan membangun Kota Lubuklinggau menuju kearah yang lebih baik. (*)

News Feed