You are here
Implementasi Mura Sempurna Mayoritas Seremonial Belaka DAERAH HEADLINE 

Implementasi Mura Sempurna Mayoritas Seremonial Belaka

MUSIRAWAS, MS – Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Sumatera Bagian Selatan (Badko HMI Sumbagsel) menilai, misi dan visi Musi Rawas Sempurna 2015-2020 hanya isapan jempol belaka.

Ketua Umum Badko HMI Sumbagsel, Bambang Irawan mengatakan slogan Mura Sempurna 2021 telah banyak mengalami krisis semangat bekerja dalam mewujudkan cita-cita dalam pengabdian sebagai kepala daerah.

“Semenjak dilantik sebagai Bupati Musi Rawas pada Februari 2016 yang lalu, Hendra Gunawan dan  Suwarti hanya banyak melakukan program-program seremonial belaka tanpa ada gerakan  serius dalam mengawal misi dan visi Mura Sempurna 2021,” tegasnya.

Belum lagi, perwujudan dari visi dan misi Mura Sempurna 2021 menurutnya hingga saat ini belum mencapai presentasi 40℅. Artinya, masih sangat kurang keseriusan Hendra Gunawan maupun Suwarti menjalankan amanah roda pemerintahan di Kabupaten Musi Rawas.

Ia menambahkan, selain itu juga banyak sekali catatan-catatan buruk terhadap kinerja pemerintahan H2G dan Suwarti.

“Saya mengamati banyak sekali perangkat pemerintahan H2G atau SKPD tidak mampu menterjemahkan ‘Mura Sempurna 2021’ dan tidak dapat mengartikulasikanya secara tepat, sehingga cita-cita Mura Sempurna 2021 sangat jauh dari yang diharapkan,” kata dia.

Bambang melihat, bahwa ketidakmampuan perangkat pemerintah H2G menterjemahkan Mura Sempurna 2021 sudah dengan terang benderang menunjukan kegagalan pertama dalam mewujudkan cita cita tersebut, belum lagi ditambah hal-hal lain seperti gagal mengembangkan dan merawat infrastruktur yang ada di Musi Rawas.

“Kita masih ingat H2G dan Suwarti memposisikan memperbaiki kualitas sumber daya manusia dan infrastruktur pada point pertama dalam bingkai Mura Sempurna 2021. Dari sini kita bisa melihat bahwa dengan kegagalan paham dari perangkat pemerintah atau SKPD dalam kinerjanya dalam menterjemahkan Mura Sempurna 2021 telah menunjukan kegagalannya H2G dan Suwarti memperbaiki kualitas SDM internal pemerintahanya,” jelasnya.

“Lantas kalau SDM internal pemerintah saja seperti itu, bagaimana mau memperbaiki SDM di luar pemerintah dalam hal ini Rakyat Musi Rawas. Tentu ini sangat kita sayangkan, sebab selama bertahun-tahun tidak ada keseriusan H2G memimpin Kabupaten Musi Rawas. Kalau SDM sudah gagal diperbaiki bagaimana dengan program-program Mura Sempurna yang lainnya bakal terwujud. Belum lagi, ditambah tidak ada pengembangan infrastruktur di Musi Rawas,” lanjutnya.

Bambang melihat dari ketidakmampuan perangkat pemerintah H2G menterjemahkan Mura Sempurna 2021 sudah dengan terang benderang menunjukan kegagalan pertama dalam mewujudkan cita-cita tersebut. Belum lagi, ditambah hal-hal lain seperti gagal mengembangkan & merawat infrastruktur yang ada di Musi Rawas secara merata dan merawat infrastruktur jalan secara berkelanjutan.

“Tentu, ini sebuah catatan-catatan buruk selama kepemimpinan H2G & Suwarti memimpin,” pungkasnya. (Dhia)

Related posts

Leave a Comment