You are here
Irjen Pol Yotje Mende: Aksi Brutal Oknum Polisi Kangkangi Perkap HEADLINE KRIMINAL 

Irjen Pol Yotje Mende: Aksi Brutal Oknum Polisi Kangkangi Perkap

LUBUKLINGGAU, MS – Aksi brutal yang dilakukan oknum anggota Polres Lubuklinggau, Brigpol KE yang menyebabkan Surini (50) warga Kecamatan Belitar Kabupaten Rejang Lebong meninggal dipastikan menyalahi peraturan kapolri (perkap) terkait aturan penggunaan senjata api.  Tak hanya dikenakan sanksi disiplin dan kode etik tetapi juga pidana umum.

“Untuk melakukan penembakan kan ada aturanya sesuai perkap nomor 8. Penembakan bisa dilakukan bila membahayakan orang lain dan diri kita sendiri. Sementara kejadian dilapangan kan saya rasa tidak, artinya perkap sudah dilanggar,” jelas anggota Kompolnas, Irjen Pol Yotje Mende, Jumat (21/4/2017).

Ditemui di Mapolres Lubuklinggau Yotje menjelaskan langkah yang telah dilakukan Polda Sumsel maupun Polres Lubuklinggau sudah benar. Dan langkah ini akan terus diawasi dan perlu pendalaman. Terlebih kebijakan Brigadir ada ditangan Polda Sumsel. “Sanksi disiplin, kode etik maupun pidana umum bisa berjalan, kami akan terus mengawasi. Intinya yang benar harus dibela dan yang salah harus dihukum,” tambahnya.

Tak hanya itu Yotje menegaskan kalau kedatangannya ke Lubuklinggau untuk mengumpulkan data sekaligus melakukan klarifikasi térkait insiden berdarah yang terjadi Selasa (18/4/2017) lalu. “Pelaksanaan razia sudah sesuai SOP tetapi untuk menggunakan senpi ada aturannya tidak sembarangan,” tambahnya.

Sekedar mengingatkan satu keluarga yang mengendendari mobil Honda City warna hitam nopol BG 1488 ON diberondong polisi di jalan HM Soeharto,Kelurahan Simpang Periuk,Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, Selasa (18/4/2017) sekitar pukul 11.30 WIB.

Peristiwa yang menyebabkan satu korban tewas dan lima korban kritis.Keenam korban yakni, korban tewas, Surini (50), tertembak bagian paha kiri satu lobang, luka tembak diperut sebelah kiri, dan 3 luka tembak dibagian bawah payudara sebelah kanan.

Kemudian, Indra (35), tertembak dibagian tangan kiri tembus, Gatot Sundari (29), luka tembak bagian pungung. Novianti (31), luka tembak lengan sebelah kanan, Genta Wicaksono (3),anak-anak luka dikepala diatas telinga sebelah kiri dan Dewi Arlina (39), luka tembak bagian lengan  sebelah kiri tembus. Sementara, Galih (6) yang diperkirakan duduk kursi sebelah sopir tidak mengalami luka tembak, namun mengalami trauma. (dhiae)

 

Related posts

Leave a Comment