You are here
Jalan Menuju Pesantren Koto Baru Sungai Tarab Butuh Perbaikan DAERAH HEADLINE NASIONAL 

Jalan Menuju Pesantren Koto Baru Sungai Tarab Butuh Perbaikan

TANAH DATAR, MS – Kelancaran transportasi dalam meraih kesuksesan perekonomian dan pendidikan sangat dibutuhkan masyarakat Nagari, apalagi jalan adalah penghubung antar Nagari dan antar Jorong dalam Nagari itu sendiri.

Nagari Koto Baru merupakan Nagari yang terletak di lereng Gunung Merapi memiliki banyak pesona dan ketertarikannya, mulai dari kepariwisataannya ada air menebus batu, pendidikan mulai tingkat sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) sampai SLTA yang Pesantrennya tidak asing lagi oleh masyarakat Tanah Datar.

Begitu pula disisi perekonomian sosial masyarakat, Koto Baru penghasil tanaman keras Kasiavera serta sayur-sayuran yang saban hari berdatangan para pedagang dari luar Nagari, sementara jalan menuju kesana mulai penghujung batas Nagari Rao-Rao rusak berat sampai ke pusat Nagari Koto Baru yang hanya berjarak 2-3 Km.

Ustad panggilan akrabnya ketika ditemui Metro Sumatera dikediamannya Koto Baru mengatakan, jalan penghubung Koto Baru dengan jalan raya Batusangkar-Bukittinggi atau pusat Kota hanya jalan Koto Baru-Rao Rao yang dekat hanya 5 Km. “Ada lagi melalui Nagari Salimpaung juga berjarak 4 Km tapi lebih parah lagi rusaknya,” ungkapnya.

Namun, jalan yang hanya berjarak demikian banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kelancaran pengangkutan hasil pertanian. “Ya, begitu juga para pelajar atau siswa-siswi pesantren Jabar Rahmah sekarang sedang berkembang dengan tenaga pengajarnyapun berasal dari berbagai daerah lain yang berdatangan ke Koto Baru,” ujarnya.

Menurut dia, jika tidak secepatnya diperbaiki oleh pemerintah aspal yang telah rusak berlobang-lobang akan bertambah dan sulit ditempuh sampai-sampai akan datangkan kecelakaan. “Sekarang saja sudah ada yang mengalami kecelakaan tunggal, dimana mengelakan lobang yang bebatuan berserakan,” pungkasnya.

Memang masyarakat Koto Baru telah melakukan perbaikan dengan menampal lobang itu dengan semen. “Tapi daya tahannya tidak lama dan kembali berlobang, nampaknya hanya melakukan pengaspalan lagi baru bertahan lama jalan tersebut,” pintanya.

Senada Lisa bersama temannya sebagai siswa-siswi SMA juga mengharapkan kepada pemerintah agar lobang atau yang rusak diperbaiki. “Setiap hari pagi petang kami pergi sekolah, bahkan kamipun telah mengalami terpeleset jatuh dilobang berserakan bebatuan,” katanya.
Wali Nagari Koto Baru Harmadi ketika ditemuai Metro Sumatera, Jumat (2/8/2019) lalu dikediamannya membenarkan bahwa jalan yang berlobang atau rusak parah tersebut telah banyak mengakibatkan para pelajar terjatuh terpeleset, dimana satu-satunya jalan menuju ke jalan provinsi yang hanya berjarak 4 Km.

“Jalan yang rusak tersebut kita sebagai pemerintahan Nagari bersama masyarakat memang telah melakukan perbaikan dengan menambal pencoran pakai semen, namun daya tahannya hanya sebentar, nampaknya harus diaspal,” ungkap Harmadi.

Dikatakan dia, pihaknya dari nagaripun setiap tahunnya telah melaksanakan Musrenbang selalu dinaikan jalan tersebut sebagai perioritas, namun sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya. “Hanya tahun sekarang kita dapat pencoran bahu jalan, tapi walaupun bahu jalan dicor yang tengahnya rusak tentu tidak akan tahan juga,” keluhnya.

Pihaknya kjuga sudah membuat proposal baru dan akan disampaikan ke Bupati, PU serta DPRD. “Yang jelas untuk Nagari kita terus berjuang, karena jalan sebagai penumpang ekonomi dan kemajuan pendidikan, dimana di nagari Koto Baru ada Pesantren yang telah berkembang yang tenaga pengajarnya dan siswanya berasal dari daerah luar Koto Baru,” tukasnya. (STM)

Related posts

Leave a Comment