You are here
Jalan Palembang-Jambi Rusak, Warga Muba Beramai-Ramai Perbaiki Jalan Negara dan Provinsi HEADLINE POLITIK & PEMERINTAHAN 

Jalan Palembang-Jambi Rusak, Warga Muba Beramai-Ramai Perbaiki Jalan Negara dan Provinsi

MUSI BANYUASIN, MS – Kondisi jalan negara yakni di KM 204 Jalan Palembang-Jambi yang rusak parah akhirnya disikapi secara mandiri oleh warga Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Selasa (13/11/2018).

Ramai-ramai warga bersama pihak kecamatan serta unsur ForkomPimka (Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan) urunan untuk memperbaiki yang rusak parah.

“Alhamdulillah sore ini jalan tersebut sudah bisa dilewati karena kedua lobang besar yang menyebabkan macet di areal tersebut sudah ditutup batu pecah, sebagai tindak lanjut arahan bapak bupati untuk respon cepat keluhan masyarakat,” ungkap Camat Bayung Lencir, Akhmad Toyibir.

Lanjutnya, perbaikan jalan negara secara swadaya tersebut juga dibantu alat berat milik PT Paramarta. “Kami mohon bantuan dari dinas terkait untuk menyampaikan ke pihak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional agar dapat melakukan perbaikan jalan secara permanen (Hotmix) di areal wilayah tersebut,” harapnya.

Terpisah, kerusakan jalan provinsi di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), yang merupakan jalan penghubung Sekayu-Kabupaten PALI semakin parah. Bahkan kerusakan jalan membuat jalur transportasi baik orang maupun barang terhambat.

Tak ingin larut dengan keadaan, warga Kecamatan Sungai Keruh, khususnya Desa Gajah Mati melakukan kegiatan gotong-royong dengan menambal jalan yang rusak menggunakan batu koral.

Penambalan yang sifatnya sementara itu diharapkan dapat memperlacar arus transportasi warga. “Ya, hari ini warga dengan Pemerintah Desa dan BPD Desa Gajah Mati bersama Pemerintah Kecamatan Sungai Keruh melakukan gotong royong penimbunan jalan rusak dengan batuan koral,” ujar Camat Sungai Keruh, Muhammad Imron, Selasa (13/11/2018).

Untuk melakukan penimbunan sejumlah titik jalan yang rusak, sambung Imron, pihaknya mendapatkan bantuan batu koral dari PT Conbloc Indonesia yang beroperasi di daerah tersebut.

“Hari ini penimbunan batu kita fokuskan di Dusun VII Desa Gajah Mati. Jika memungkinkan langsung kita lanjutkan di Dusun IX Desa Rantau Sialang, tapi kalau tidak bisa kita lanjutkan besok,” jelas dia.

Sementara itu, sebelumnya Bupati Muba Dodi Reza Alex, mengatakan bahwa pada saat kunker Gubernur Sumatera Selatan pada Peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) XXV Tingkat Provinsi Sumatera Selatan dan Hari Anak Nasional Tingkat Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2018 di Stable Berkuda Sekayu, Rabu (10/10) berjanji segera memperbaiki. Di hadapan ribuan masyarakat Muba yang hadir di acara tersebut, Gubernur berjanji segera memperbaiki infrastruktur jalan provinsi di daerah Musi Banyuasin dan meminta Bupati Muba menyurati Gubernur Sumsel. Saat itu, Bupati Muba segera melapor ke Gubernur Sumsel untuk melakukan perbaikan jalan provinsi yang berada di wilayah Kabupaten Muba.

“Tetapi karena janji Gubernur sampai saat ini belum ada tindak Lanjut maka pada hari ini saya langsung instruksikan Camat Sungai Keruh dan Camat Bayung Lencir untuk segera melakukan tindakan bersama-sama dengan perusahaan di wilayah masing-masing untuk segera merespon secara aktif keluhan masyarakat pengguna jalan,” tegasnya.

Menurut dia, camat bersama-sama warga dan perusahan yang telah membantu sehingga baik jalan provinsi yang berlokasi di ruas jalan penghubung Sekayu- Tebing Bulang – Kabupaten PALI (status jalan Provinsi) dan lokasi kecamatan Bayung Lencir kerusakan jalan di KM 204 (Status jalan Negara) bisa dilalui dengan aman usai dilakukan perbaikan hari ini.

“Saya apresiasi baik Camat Sungai Keruh dan Camat Bayung Lencir dan Forum Pimpinan Kecamatan Bayung Lencir yang telah menjalankan respon cepat keluhan masyarakat. Saya berharap Gubernur Sumatera Selatan segera memperbaiki jalan rusak khususnya jalan provinsi yang berada di wilayah Muba. Jalan provinsi merupakan kewenangan gubernur. Mengingat kondisi cuaca saat ini sudah masuk pancaroba, kalau jalan-jalan provinsi dibiarkan terus menerus tentu nanti akan bertambah parah,” tuturnya.

Terpisah, Plt Kadis PUPR Muba, Herman Mayori menjelaskan kerusakan jalan di ruas Sudah hingga batas PALI mencapai 40 kilometer. Kondisi kerusakannya, kata dia, mencapai hampir 50%. “Sedikitnya terdapat 20 titik yang tingkat kerusakannya cukup parah yang apabila tidak segera ditanggulangi akan menyebabkan putusnya jalur tersebut. Selama kurun waktu 2018 Pemkab Muba melalui Dinas PUPR beberapa kali melakukan pekerjaan perbaikan dan penimbunan pada jalan yang berlubang. Diantaranya ada bantuan perusahaan perkebunan, namun mengingat banyaknya kerusakan dan perbakan tsb tidak maksimal,” terang Herman. (red)

Related posts

Leave a Comment