You are here
Judi Bar-Bar Sudah Meresahkan DAERAH HEADLINE 

Judi Bar-Bar Sudah Meresahkan

LUBUKLINGGAU, MS – Perjudian dengan mesin ketangkasan bar-bar (jackpot) belakangan menjadi sorot dari gedung legislatif. Karena arena judi bar-bar diam-diam mulai marak di wilayah Kota Lubuklinggau. Hal itu terungkap dalam rapat paripurna DPRD Lubuklinggau dalam rangka mendengarkan pandangan umum fraksi-fraksi terhadap LKPJ Walikota Lubuklinggau 2017, di Gedung Paripurna DPRD Lubuklinggau, Jalan Yos Sudarso, Selasa (10/4/2018).

Dalam rapat tersebut, Fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) menyoroti maraknya judi bar-bar, meminta agar Pemerintah Kota Lubuklinggau, tidak tinggal diam dan melakukan penertiban di setiap kecamatan hingga kelurahan. Karena praktek judi bar-bar dinilai sudah sangat meresahkan masyarakat.

“Dampaknya bisa merusak anak-anak sekolah, bahkan ada kemungkinan judi bar-bar terkait dengan penyalahgunaan narkoba,” ujar Zuibar M Alip yang menjadi juru bicara dalam penyampaian pandangan fraksi dari Partai Nasdem.

Untuk itu tambah Zuibar, kepala daerah diminta untuk memberikan intruksi kepada jajarannya dibawah mulai dari kecamatan, hingga kelurahan untuk berkoordinasi dengan pihak terkait termasuk diantaranya Babinsa dalam melakukan penertiban.

“Jadi kepala daerah bisa memberikan intruksi agar dilakukan penertiban, kalau memang ada judi bar-bar bisa koordinasi sama pihak Babinsa,” tegas Zuibar.

Pihaknya juga meminta Dinas Perhubungan untuk memfungsikan jalur Kawasan Tertib Lalulintas (KTL) yang sudah ada. Juga mengajak, agar warga tidak memberi uang kepada anjal, gepeng dan anak funk sehingga mereka tidak lagi meminta dijalan.

Sementara itu, Plt Walikota Lubuklinggau, H Riki Junaidi, menyatakan bahwa apa yang menjadi sorotan dari legislatif termasuk salah satunya judi bar-bar yang dinilai telah meresahkan masyarakat, juga akan menjadi perhatian dari pemerintah. “Hal ini akan segera ditindak lanjuti,” pungkas Riki.

Dilain pihak, Kepala Dishub Abu Jaat mengaku untuk melaksanakan KTL ini masih banyak sarana penunjang yang kurang.

“Rambu-rambu dan sebagainya masih harus ditambah, kita tengah berupaya agar ada bantuan dari pusat karena Pemkot Lubuklinggau keterbatasan anggaran,” pungkasnya. (dhiae)

Related posts

Leave a Comment