You are here
Kajari Tepis Isu 86 Kasus Lelang Jabatan HEADLINE KRIMINAL 

Kajari Tepis Isu 86 Kasus Lelang Jabatan

LUBUKLINGGAU, MS – Tidak kurang dari 20 pejabat di Pemkab Muratara telah dimintai keterangan oleh pihak Kejaksaan Negeri Lubuklinggau terkait kasus dugaan korupsi lelang jabatan tahun 2017 senilai Rp 900 juta. Hal ini secara tidak langsung membantah kalau isu kasus ditutup karena suplay uang senilai ratusan juta ke Kejari tidak benar.

Kajari Lubuklinggau, Zairida didampingi Kasi Pidsus, Naimullah menjelaskan kalau kasus dugaan korupsi lelang jabatan sejauh ini masih dalam proses pengumpulan data dan bukti.

“Bukannya mandeg tetapi memang masih dalam tahap pengumpulan data. Tidak benar kalau kasus itu dihentikan (86, red) karena sejumlah uang, semua masih berjalan,” jelasnya.

Dari proses pengumpulan data yang tengah berlanjut Naim menegaskan bakal ada pejabat penting di Muratara bakal jadi tersangka. Namun saat disinggung apakah Ketua Baperjakat yang tak lain adalah Sekda Muratara, H Abdullah Matcik bakal jadi tersangka, Naim enggan menjawab.

“Dari proses pengumpulan data siapa-siapa saja bakal jadi tersangka sudah mengarah ke beberapa pejabat. Namun belum bisa saya sebutkan secara rinci karena memang masih proses pengumpulan data,” tambahnya.

Sementara terkait kasus dugaan korupsi Akademi Komunitas Negeri (AKN) senilai lebih kurang Rp 9 miliar, sudah ada lima tersangka dikantongi penyidik. Dan tidak menutup kemungkinan bakal ada penambahan tersangka lain.

“Dua tersangka yang sudah kita umumkan yakni Br dan Sb. Sedangkan lima tersangka lain belum bisa kami umumkan,”tambahnya.

Naim menambahkan selama proses penyelidikan kurang lebih Rp 700 juta uang negara diselamatkan dari lima tersangka.

“Kami masih menunggu hasil audit dari BPKP keluar, setelah hasil audit keluar baru diketahui secara pasti berapa kerugian negara. Kalau hasil audit sudah ada baru nama-nama tersangka diumumkan,” pungkasnya. (dhiae)

Related posts

Leave a Comment