You are here
Kasus Penganiayaan, DPRD-Pol PP Harus Bertanggung Jawab HEADLINE POLITIK & PEMERINTAHAN 

Kasus Penganiayaan, DPRD-Pol PP Harus Bertanggung Jawab

LUBUKLINGGAU, MS – Pihak keluarga Jhon Fales (28), anggota Sat Pol PP Lubuklinggau yang bertugas di DPRD Lubuklinggau yang menjadi korban penganiayaan hingga mengalami memar pada bagian vitalnya, saat ini masih dirawat di RS Ar Bunda pasca mengalami penganiyaan oleh massa dan petinggi Parpol DPC PPP Lubuklinggau yakni Sekretaris Syamsurizal, Selasa lalu (30/10/2018).

Saat ini, menurut Kapolsek Lubuklinggau Utara, AKP Harison Manik saat ditanyai media kemarin, laporan dugaan penganiayaan ini sudah mereka terima.

“Kasus ini kami limpahkan ke Polres Lubuklinggau dan masih diproses,” ujarnya singkat.

Sementara, pihak keluarga Jhon Fales, Abdul Aziz dan Rendi Parno selaku saudara kandung kepada wartawan, Rabu (31/10) meminta laporan ini segera ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum.

“Kami diceritakan bahwa Jhon tengah bertugas di DPRD. Saat itu datang massa DPC PPP Lubuklinggau untuk masuk, karena ada agenda rapat Banmus maka diminta untuk menunggu. Usai zhuhur ditengah situasi masih rapat, akhirnya memaksa dan terjadilah insiden penganiayaan tersebut,” paparnya.

Pihak keluarga prihatin ulah pimpinan parpol apalagi parpol berbasis Islam melakukan hal yang tak pantas. Atas peristiwa ini karena dalam tugas, pihak DPRD dan Sat Pol PP untuk tidak lepas tangan atas peristiwa ini.

“Pihak kepolisian segera tindaklanjuti laporan ini, cepat tuntaskan karena korban alami kekerasan terhadap alat vitalnya. Kasat Pol PP juga harus turun tangan dan upayakan advokasi dari satuannya karena Jhon tengah dalam bertugas,” tegas mereka.

Karena, harus ada bentuk tanggung jawab dari DPRD dan Sat Pol PP sebab Jhon dalam masa kerja dan tugas.

“Atasan harus bertanggung jawab dan kami menunggu hasil selanjutnya. Kalau tidak sanggup dan tuntas, kami ambil putusan dengan cara kami sendiri,” tambah mereka. (dhia)

Related posts

Leave a Comment