oleh

Kelurahan Bukit Sari Gelar Program Pemberdayaan Sosialisasi Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga, Cegahan Penyakit melalui Edukasi 10 PHBS Rumah Tangga

OKUTIMUR, MS – Guna meningkatkan kesadaran, kemauan serta mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang tinggi dan produktif secara sosial dan ekonomis.

Pemerintah Kabupaten OKU Timur melalui Kelurahan Bukit Sari, Kecamatan Martapura menggelar program pemberdayaan sosialisasi pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga serta pencegahan penyakit melalui edukasi 10 PHBS Rumah Tangga Tahun 2024.

Sosialisasi ini dilaksanakan di Kelurahan Bukit Sari, Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur, Selasa (28/5/2024).

Hadir dalam sosialisasi tersebut, Camat Martapura Harlius Ssos MM yang diwakili oleh Sekcam Lukito Ari Susanto, dan diisi oleh narasumber 1 dari Pokja III PKK Kecamatan Martapura Eti Tabhati, narasumber II dari Puskesmas Martapura Chitra Chinta Pratiwi A.Md dan narasumber 3 dari PKB Kecamatan Martapura Yanti Diah Kencana Sari SKM.

Menurut Lurah Bukit Sari Aprizal mengatakan, kegiatan ini merupakan pembangunan kesehatan yang dilaksanakan oleh seluruh komponen bangsa Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang.

“Kegiatan ini dilaksanakan guna terwujudnya derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, sebagai upaya kemajuan sumber daya manusia (SDM) yang produktif secara sosial dan ekonomis,” katanya.

Dikatakan, keberhasilan pembangunan kesehatan sangat ditentukan oleh kesinambungan antar upaya program dan sektor, serta koherensi dengan upaya upaya yang telah dilaksanakan pada periode yang lalu.

Ia mengatakan, tanaman obat keluarga atau biasa disebut dengan toga adalah jenis tanaman yang berfungsi sebagai obat yang biasanya ditanam di pekarangan atau halaman rumah.

“Tanaman obat merupakan jenis tumbuh-tumbuhan yang mempunyai khasiat sebagai obat. Tanaman ini biasanya digunakan oleh masyarakat sebagai obat tradisional, selain harganya yang murah, tanaman obat ini juga tidak menimbulkan efek samping bagi kesehatan kita,” ujarnya.

Hidup bersih dan sehat merupakan suatu hal yang seharusnya memang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh masyarakat sebagai salah satu cara menjaga kesehatan.

Karena kata Lurah, kesehatan merupakan hal penting bagi setiap manusia mulai dari usia balita, dewasa hingga lanjut usia. Anak merupakan kelompok yang paling rentan terserang penyakit.

“Permasalahan perilaku kesehatan pada anak terutama usia dini biasanya berkaitan dengan kebersihan perorangan dan lingkungan,” bebernya.

Lebih lanjut, kata lurah, penyakit yang sering muncul akibat rendahnya perilaku hidup bersih dan sehat pada usia anak antara lain cacingan, diare, sakit gigi, sakit kulit, gizi buruk, dan lain sebagainya.

“Saya berharap melalui program pemberdayaan sosialisasi pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga serta pencegahan penyakit melalui edukasi 10 PHBS Rumah Tangga ini dapat meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan kemauan masyarakat agar hidup sehat dan dapat meningkatkan peran aktif masyarakat, dalam upaya mewujudkan derajat hidup yang optimal demi terwujudnya OKU timur maju lebih mulia menuju sumsel maju untuk semua,” pungkasnya. (Boy)

News Feed