You are here
Kesuksesan PT Pertamina EP Tak Lepas Dari Dukungan Masyarakat ADVETORIAL 

Kesuksesan PT Pertamina EP Tak Lepas Dari Dukungan Masyarakat

Pertamina 4PRABUMULIH, MS – Pertamina EP dan masyarakat merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, kehadiran perusahaan secara tidak langsung mempengaruhi geliat ekonomi dan aktivitas di lingkungan masyarakat sekitar, dukungan dari masyarakat untuk Perusahaan juga tidak bisa lepas demi kesuksesan upaya pencarian minyak dan bumi khususnya di Bumi Sumatera Selatan.

Pertamina EP merupakan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS) yang mengoperasikan proyek hulu migas milik negara di bawah pengawasan SKK Migas. Untuk wilayah Sumatera Bagian Selatan, kegiatan operasi migas ini dilaksanakan oleh Pertamina EP Asset 2 yang membawahi empat lapangan: Prabumulih, Limau, Pendopo dan Adera. Perusahaan berupaya untuk tumbuh bersama lingkungan melalui pelaksanaan program-program pemberdayaan demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah kerja perusahaan.

Pada tahun 2014, kelompok tani Rambang Sejahtera yang berada di Kabupaten Ogan Ilir di bawah kepemimpinan Malikin mendapatkan bantuan sapi pejantan dari PT Pertamina EP Prabumulih Field, walau sempat mengalami kegagalan pada beberapa tahun sebelumnya kelompok ini akhirnya bangkit dan berkomitmen penuh untuk mengembangbiakkan sapi yang telah diberikan kepada mereka. Kelompok ini juga mendapatkan bantuan becak bermotor, kendaraan roda tiga bermotor ini mampu memuat kapasitas sampai 600 kilogram rumput jumlah pakan yang memadai untuk memenuhi kebutuhan pakan sapi-sapi di kandang serta mesin pencacah rumput yang memudahkan pekerjaan pemberian pakan.

Pertamina 3Kotoran sapi yang dianggap tidak berguna juga disulap oleh Malikin, bantuan peralatan dan instalasi yang diberikan kepada kelompok ini, mampu menghasilkan biogas serta dimanfaatkan oleh anggota kelompok untuk memasak.

Sukses menghasilkan biogas, Malikin berupaya untuk mengembangkan produksi pupuk kompos sebagai satu peluang baru yang bisa dimanfaatkan dari kandang sapi komunalnya.

Kegigihan Malikin dan kelompoknya mulai membuahkan hasil, sapi-sapi miliknya telah mampu mencapai bobot ideal sesuai permintaan pasar yaitu 200 kilogram. Harapan dan kerja kerasnya bersama kelompok selama ini telah terbayarkan, hingga akhirnya sapi-sapi tersebut siap untuk dijual pada Lebaran Haji tahun 2017 mendatang.

Kabar menggembirakan juga datang dari PT Pertamina EP Limau Field  yang mempunyai kelompok binaan di Desa Karya Mulia, Kecamatan Rambang Kapak Tengah, Kota Prabumulih. Kelompok Toga Karya Lestari mendapat predikat terbaik kedua tingkat nasional lomba PKK setelah berhasil menyingkirkan 20 finalis dari provinsi lainnya. Perlombaan tersebut diadakan oleh PKK Pusat Nasional dalam rangka Hari Kesatuan Gerak PKK ke-44 tahun 2016, penilaian tersebut meliputi pelaksanaan tertib administrasi PKK, pencegahan kekerasan dalam rumah tangga, usaha peningkatan pendapatan keluarga, pemanfaatan pekarangan  dan pemanfaatan hasil toga.

Limau Field bekerja sama dengan LPTM IPB untuk melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap masyarakat, program yang digagas diberi nama Rumah Pangan Lestari dengan ide untuk menyediakan bahan pangan yang berkelanjutan dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah, mengurangi biaya untuk belanja kebutuhan pokok, serta meningkatkan penghasilan dari hasil jual holtikultura dan ikan.

Dari sekian banyak hasil holtikultura yang ditanam oleh kelompok ini, Okra Merah menjadi tanaman primadona. Tanaman yang dipercaya bisa meningkatkan kinerja jantung, mata, menurunkan kolesterol hingga gula darah menjadi salah satu hasil unggulan.

Persawahan di daerah Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten PALI mulai ditinggalkan oleh warga desa yang beralih ke tanaman karet dengan harga getah yang tinggi dibandingkan dengan beras pada masa itu, tetapi pendapatan mereka yang menurun beberapa tahun ke belakang membuat warga kebingungan dalam mencukupi kebutuhan ekonominya.

Percobaan reaktivasi lahan tidur yang telah ditinggalkan lebih dari 30 tahun oleh masyarakat, menarik kepedulian PT Pertamina EP Adera Field dengan menjadikannya sebagai lahan percontohan. Demplot seluas satu hektar tersebut diuji coba dengan melibatkan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Barat, BP4K Kab. PALI, Dinas Perikanan dan Peternakan Kab. PALI, Penyuluh Pertanian Lapangan serta mengajak Kelompok Tani Desa Pengabuan, Kecamatan Tanah Abang membuahkan hasil yang menggembirakan.

Melalui sistem tanam Jajar Legowo (Jarwo) 2:1 diperoleh hasil panen demplot sawah sebesar 6,2 ton/hektar yang berarti terjadi peningkatan IP (Indeks Panen) sebanyak 1,2 ton/hektar dibandingkan rata-rata produksi Kecamatan Tanah Abang sebesar 5 ton/hektar.

Keberhasilan Kelompok Tani ini mampu menggerakan masyarakat lainnya untuk mengaktifkan lahan tidur yang mereka punya untuk dijadikan sawah, 21 lahan milik masyarakat mulai ditanami padi. Walaupun belum banyak warga yang menggunakan sistem Jarwo, Kelompok Tani tidak berhenti mengajak masyarakat untuk mulai menanam padi yang hasilnya akan meningkatkan taraf ekonomi mereka.

Melalui program inilah, lahan raksasa di Desa pengabuan mulai bangun dari tidurnya dan menghantarkan Adera Field mendapatkan tingkat tiga Penghargaan Sriwijaya CSR Award pada tahun 2016.

Menyusuri jalanan di Kelurahan Talang Pipa, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI tak lengkap rasanya jika belum singgah di Warung Nasional yang berdiri sejak 50 tahun lalu. Seperti warung di Sumatera Selatan pada umumnya, tempat ini menjajakan panganan khas seperti pindang tulang, ikan gabus dan ikan patin. Tetapi, disini memiliki satu sajian khas yang disebut Ikan Sangkururung.

Ternyata, Ikan Sangkukurung yang menjadi kuliner andalan di Warung tersebut merupakan pasokan dari Kelompok Usaha yang tinggal di sekitar Sungai Abab. Hasil ikan yang melimpah di Sumatera Selatan membuat warga berpikir cara terbaik agar ikan menjadi lebih tahan lama. Ikan gabus yang dilumuri cabai merah ini berukuran sedikit lebih besar dari telapak tangan orang dewasa, tidak dibelah tetapi disobek mengikuti arah kepala hingga ke ekor.

Sebutan Sangkururung karena cara mengolah ikannya dengan diasap di atas tungku setinggi lebih kurang satu meter dan tungku tersebut dikurung dengan seng melingkupi tungku dengan ikan di dalamnya. Batok kelapa atau kayu bakar digunakan sebagai bahan bakarnya, proses mengasapi ikan selama enam jam menyebabkan daging benar-benar matang dan bumbu yang meresap.

Kelompok Usaha ini merupakan mitra binaan dari PT Pertamina EP Pendopo Field yang mendapatkan bantuan perlengkapan pengolahan Ikan Sangkukurung, hasilnya banyak masyarakat mulai mengenalnya sebagai hidangan wajib saat berkunjung ke Pendopo. Kebudayaan daerah bukan hanya pertunjukan seni dan budaya tetapi kuliner asli juga dapat menjadi peninggalan yang berharga, untuk itulah   perusahaan juga hadir mengangkat peninggalan daerah yang berharga demi meningkatkan ekonomi para keluarga.

Ekariza, General Manager PT Pertamina EP Asset 2 menyampaikan bahwa dengan pembinaan ini masyarakat mampu merasakan langsung kehadiran perusahaan di tengah-tengah mereka.

“Kita harus mampu menyebarkan kebaikan, mengembangkan apa yang berhasil dan menularkannya kepada orang lain, sehingga manfaat tersebut dapat dinikmati oleh khalayak luas. Semakin banyak masyarakat yang mandiri berarti perusahaan telah berhasil tumbuh bersama masyarakat”, ungkapnya.

Program pemberdayaan yang diberikan kepada kelompok diawali dengan proses pemetaan sosial, khususnya mengenai masyarakat, komunitas, sumber daya alam yang ada sehingga nantinya dapat ditentukan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Perusahaan berupaya memberikan program sesuai kebutuhan, bukan keinginan. Hal ini dilakukan agar program yang diberikan dapat berjalan secara berkesinambungan dan tidak terhenti saat perusahaan tidak lagi memberikan bantuan. (adv/nor)

 

Related posts

Leave a Comment