You are here
Kilang Minyak Petro Muba Diduga Beralih Fungsi Jadi Penampung Minyak dari Luar Sumsel DAERAH HEADLINE 

Kilang Minyak Petro Muba Diduga Beralih Fungsi Jadi Penampung Minyak dari Luar Sumsel

MUSI BANYUASIN, MS – Station Storage dan Station Setling oleh PT Petro Muba di jalan poros Sekayu – Lubuk Linggau Km 165 Kecamatan Babat Toman Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) tepatnya di Kelurahan Mangun Jaya yang diresmikan oleh Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru beberapa waktu lalu, semula untuk penampungan sementara minyak mentah dan transportasi minyak mentah sumur tua saat ini, diduga minyak yang ditampung oleh stasiun penampungan minyak mentah dari sumur tua di Kelurahan Babat Toman ini hanya bisa menampung minyak illegal yang berasal dari luar daerah yakni minyak mentah illegal yang didatangkan dari Provinsi Jambi.

Dari hasil pantauan tim investigasi yang tergabung dari beberapa awak media yang bertugas di wilayah Kabupaten Muba, Sabtu (18/5/2019) dilokasi Station Storage dan station setling oleh PT Petro Muba, tim menemukan adanya beberapa kendaraan dam truk yang sedang memuntahkan minyak dilokasi.

Sedangkan dari beberapa sumber dilapangan bahwasanya pelaku pengeboran dan pengelola minyak mentah dari sumur tua di Kelurahan Babat Toman yang pada umumnya menggunakan kendaraan pick up tidak menjual minyak mentah kepada pihak Petro Muba, dikarenakan harga yang ditetapkan oleh pihak Petro tidak sesuai dengan harga yang diinginkan masyarakat pengelola minyak mentah.

Menurut salah satu warga sekitar inisial An mengantakan masyarakat tidak menjual minyak kepada pihak Petro Muba sebab harga tidak sesuai dengan yang biasa dijual sebelumnya kepada pihak lain “Harga beli yang diterima oleh Petro Muba berkisar Rp2.800/liter dengan kapasitas 120 liter/drum sehingga didapatkan nominal Rp588.000. Sedangkan harga jual kami pada umumnya berkisar Rp700.000/drum dari pengeboran,” jelasnya.

Dengan harga tersebut, masyarakat menjual minyak ke Petro Muba akan rugi. “Ya, terpaksa kami memilih tidak menjual ke Petro Muba. Karena rata-rata pengelola minyak sumur diwilayah Kelurahan Babat Toman tidak menjual minyak mentah ke stasiun Petro Muba maka kebutuhan stasiun penampungan minyak mentah diduga tidak terpenuhi. Maka untuk memenuhi syarat standar kebutuhan perusahaan dari 18 tanki yang terdiri dari 9 tanki settling dan 9 tanki storage dengan masing-masing kapasitas tanki 40 kilo liter (kl) kami menduga bahwa stasiun penampungan minyak mentah ini menampung minyak illegal yang berasal dari luar daerah, salah satunya minyak yang didatangkan dari daerah Jambi yang masuk ke Station Storage dan station setling oleh PT Petro Muba,” ungkapnya.

Pada saat peresmian Station Storage dan station setling oleh PT Petro Muba, Dikatakan Gubernur Sumsel,H Herman Deru bahwa dengan adanya stasiun penampungan minyak mentah Petro Muba adalah merupakan ide positif. Bahkan ini terobosan yang bagus, jadi masyarakat tidak lagi menambang illegal, bagi Kabupaten ini tentu dampaknya bagus karena bisa menambah PAD Sumsel.

“Dengan adanya stasiun ini Herman Deru menargetkan Petro Muba dapat menekan penjualan minyak ilegal ke luar Sumsel. Petro Muba harus membeli minyak warga dengan harga yang bersaing. Kalau tidak mereka bisa saja lari menjual keluar minyak ini karena ada harga yang lebih menarik,” ujar Herman Deru saat peresmian beberapa waktu lalu.

Sementara itu, pihak Direktur Utama PT Petro Muba, Yuliar saat dikonfirmasi melalui via WhatsApp (WA) belum memberikan tanggapan terkait beberapa permasalahan operasi dan terkait Station Storage dan Station Setling PT Petro Muba diduga telah menampung minyak ilegal yang berasal dari luar daerah Muba. Dan dugaan beberapa temuan kendaraan angkut PT. Petro Muba yang diduga tidak memenuhi standar angkut seperti, Surat Tanda Kendaraan (STNK) tidak berlaku karena habis masa, KIR kendaraan yang diduga tidak dibayarkan dan kondisi kendaraan yang diduga tidak layak. (tim)

Related posts

Leave a Comment