You are here
KPU Prabumulih Gelar Debat Publik 1 Paslon Wako dan Wawako POLITIK & PEMERINTAHAN 

KPU Prabumulih Gelar Debat Publik 1 Paslon Wako dan Wawako

KPU Prabu 1

KPU Prabu 3PRABUMULIH, MS – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Prabumulih boleh bernafas lega. Pasalnya, salah satu tugas penting dalam implementasi fungsi dan tugasnya telah dilaksanakan, dan berjalan dengan sukses. Bahkan, KPU siap untuk menggelar debat publik yang kedua.

Dihadiri ratusan masyarakat beserta tamu undangan termasuk Penjabat Wali Kota, Kapolres, Kajari dan beberapa pejabat tinggi lainnya, prosesi debat publik 1 pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Prabumulih, yang digelar di Hall RM Siang Malam, Kamis (12/4), pasangan calon (paslon) tunggal diberi kesempatan untuk memaparkan visi misinya jika kembali terpilih memimpin Kota Prabumulih.

Ketua KPU Kota Prabumulih, M Takhyul memastikan bahwa dengan selesainya debat publik pertama, maka debat kedua rencananya akan dilangsungkan antara selesai lebaran (Idul Fitri), sampai dengan puncak masa kampanye (minggu tenang).

KPU Prabu 2“Substansi debat kedua adalah penajaman visi dan misi, serta masukan-masukan yang muncul pada debat pertama. Semoga yang kedua juga akan sukses dilaksanakan seperti saat ini,” ungkapnya.

Berlangsungnya debat publik dengan calon tunggal, diakui Takhyul memang berbeda. Karena seharusnya ada paslon yang lain sebagai lawan politiknya. “Yah, debat tadi demikian adanya, karena seharusnya ada lawan debat untuk head to head. Jadi mau tidak mau, paslon akan memaparkan visi misinya untuk program ke depan jika terpilih,” ujarnya dan menambahkan karena paslon juga adalah petahana, tentu visi misi yang masuk ke KPU tidak berbeda dengan visi misi periode sebelumnya.

Terkait pertanyaan yang disampaikan moderator, Takhyul memastikan jika keempat pertanyaan tersebut berasal dari masyarakat. “Mekanismenya, KPU menjaring pertanyaan tersebut berdasarkan survey. Karena waktunya (debat publik) terbatas maka hanya dipilih empat pertanyaan,” ujarnya

Karena lanjut ketua KPU, jika pertanyaan itu langsung muncul langsung pada saat debat, maka mungkin akan menyebabkan hal yang kurang bagus di forum debat.

“Kalau debat kedua nanti, sistem pertanyaan akan kami koordinasikan dulu, karena itu demi kebaikan, keamanan dan kenyamanan semua pihak,” lanjutnya.

Masih kata Takhyul, ditempat lain yang kondisinya sama dengan pilwako Prabumulih, tidak ada masyarakat yang langsung bertanya di dalam forum debat. Apalagi, belum tentu setiap pertanyaan yang dijawab belum tentu memuaskan bagi si penanya. “Yang jelas, mekanismenya kami buat sesuai dengan aturan yang berlaku,” singkatnya.

Ketua KPU juga berharap agar pilkada serentak 2018 di Prabumulih, bisa berjalan dengan sukses, baik itu pilwako maupun pilgub. “Harapan KPU pertama adalah suksesnya pilkada serentak ini, dalam artian masyarakat sadar dan berbondong-bondong menyalurkan hak suaranya di TPS, dengan pilihannya sendiri tanpa diintervensi pihak lain termasuk KPU,” pungkasnya.

Untuk diketahui, debat publik yang dibagi menjadi tiga sesi tersebut, dihadiri oleh empat orang panelis dari berbagai disiplin ilmu. Mereka adalah Prof Abdullah Idi, Dr Markoni Badri SE MBA, Dr Andries Lionardo SIP MSi dan Drs Bambang Bemby S MA PHd.

Di sesi pertama, para panelis diberi kesempatan untuk memberi pertanyaan terkait visi misi yang sebelumnya dipaparkan oleh paslon. Kemudian, moderator mempersilahkan paslon untuk menjawab pertanyaan. Setalah itu kembali panelis diberikan waktu untuk memberi masukan atas program strategis paslon.

Di sesi kedua, moderator membacakan empat pertanyaan masyarakat. Setelahnya, paslon langsung diberi kesempatan untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Sesi ketiga, justru paslon diberi kesempatan untuk bertanya kepada keempat panelis. Hal tersebut bertujuan agar dengan jawaban dari pihak akademisi, paslon bisa mendapatkan input positif apabila kembali dipercaya untuk memimpin Kota Prabumulih. (nor)

Related posts

Leave a Comment