You are here
Kreasi Tas Tali Kur Jadi Olahan Andalan UP2K Taba Pasemah Bengkulu Tengah BENGKULU HEADLINE 

Kreasi Tas Tali Kur Jadi Olahan Andalan UP2K Taba Pasemah Bengkulu Tengah

SBA 2BENGKULU TENGAH, MS – Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) yang berada di dusun 2 Desa Taba Pesemah Kecamatan Talang Empat, Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) siap tampilkan tas kreasi cantik dari tali kur. Kreasi itu akan dipamerakan diajang HUT RI ke-74 bulan Agustus 2019.

Hal ini disampaikan oleh duo pengrajin tas kreasi cantik dari tali kur, Elvi Sukaesi dan Oneng Kalsum saat berbincang dengan wartawan media ini, Senin (29/7/2019) dikediamannya Dusun 2 Desa Taba Pesemah, Kecamatan Talang Empat, Kabupaten Bengkulu Tengah.

Menurut Elvi Sukaesi (41) salah satu visioner pengrajin tas kreasi cantik berbahan tali kur, yang dia hasilkan itu siap berkompetisi diajang pameran bila ada kesempatan nanti. Karena kualitas dari bahan serta kreasi tas yang dihasilkan bisa memanjakan konsumen.

“Saya yakin bila tas tali kur (tali sintetis, red) ini bisa di publikasikan ke konsumen, disaat ada stand pameran bisa menarik perhatian konsumen. Karena telah banyak tas tali kur yang kami buat itu, membuat konsumen senang. Karena tas itu dihiasi dengan motif-motif yang cantik,” ujarnya.

Dijelaskan dia, untuk harganya sendiri pun terjangkau bagi para konsumen.H arganya bervariasi antara Rp150 ribu sampai Rp400 ribu.

“Ya, untuk harga tergantung dari model dan ukurannya. Sementara dari sisi kualitas,tas ini juga awet karena dibuat dari bahan tali kur yaitu tali sintetis yang cukup kuat. Hingga konsumen tidak perlu khawatir tasnya cepat rusak atau putus saat dipakai,” pungkasnya.
Sementara Oneng Kalsum mengaku bahwa usaha yang ditekuni pada saat ini masih sangat membutuhkan perhatian dan uluran tangan pemerintah.

“Usaha dalam pengembangannya awal berdirinya ibu-ibu pengrajin tas ini, kami melihat potensi yang ada dan belajar secara otodidak. Dan akhirnya bisa menghasilkan kreasi tas motif cantik berbahan tali kur ini. Kami pernah dilatih dan diajak oleh tim penggerak PPK dari desa guna mengembangkan usaha tas tali kur ini. Namun jujur kami masih terkendala di modal dan sarana untuk pengembangan usaha,” ungkapnya.

Lebih lanjut ibu Oneng yang akrab dipanggil dengan sapaan teteh ini, juga menuturkan bahwa selaku pengrajin tas tali kur, semua kegiatan pembuatan tas masih dikerjakan secara manual. Untuk itu dari sarana produksi pengrajin membutuhkan mesin jahit. Dengan tujuan guna peningkatan kualitas dan kuantitas tas yang dihasilkan.

“Kami yakin tas ini bisa kita pajang dan ikut dalam stand pameran, kalau ada event tingkat daerah atau nasional. Kami yakin usaha ini bisa lebih maju dan bisa di andalkan. Untuk pembuatan tas tali kur ini masih kami kerjakan secara manual, semuanya kami kerjakan dengan tangan. Saya rasa kalau ada bantuan dari pemerintah dalam bentuk bantuan sarana seperti mesin jahit untuk membuat poering dan reslitingnya. Itu bisa meningkatkan jumlah tas yang dihasilkan. Karena bisa lebih cepat dan kualitasnya juga akan lebih bagus,” tuturnya. (SBA)

Related posts

Leave a Comment