You are here
Leadership Diamond, Rosjonsyah Pemimpin Futuristik BENGKULU HEADLINE 

Leadership Diamond, Rosjonsyah Pemimpin Futuristik

Oleh : Arie Fribadi

Problematika yang merujuk kepada konsep kepemimpinan (leadership) pemerintahan acap kali menjadi buah bibir masyarakat. Karena dalam menjalankan roda pemerintahan, berhadapan dengan sejuta harapan publik. Terdengar yang dibutuhkan publik adalah tindakan bukan kata-kata, kebebasan bukan perbudakan, yang “telah” bukan yang “akan”, aksi bukan ilusi.

Hal ini yang menggelitik saya untuk mengetahui karateristik pemimpin se-provinsi ini. Searching dan browsing terhadap mereka saya lakukan. Namun hanya menemui sosok pemimpin “pemateri”, sosok pemimpin “advertorial” dan sosok pemimpin “pariwara”. Bukan, bukan yang seperti ini yang diharapkan publik. Ya, mengetahui karateristik pemimpin bukan didapatkan dari media massa, namun apa yang publik rasa.

Pernah suatu hari saya kali pertama bertemu Rosjonsyah Syahili, seorang kepala daerah yang terpilih dua periode di Kabupaten Lebong. Pertemuan pertama dengan beliau ini tidak saya sia-siakan. Langsung saya “todong” beliau dengan konsep kepemimpinan dari sudut pandang pemimpin itu sendiri. Karena menurut saya ini menarik, apalagi beliau dikenal sebagai pemimpin dengan kinerja bukan pemimpin yang ahli menyulap kata.
Leadership, not position, but action. Itu kata pertama yang beliau ucapkan. Seorang leadership mesti mampu memberikan dampak perubahan yang dapat dirasakan. Bukan yang menempatkan leadership sebagai posisi, dimana seseorang mempunyai otoritas untuk memerintah siapa saja, melakukan apa saja, disegani dan dihormati banyak orang.

“Pemimpin itu mempunyai otoritas raja namun mesti memiliki hati seorang hamba. Mesti berbuat melayani masyarakat,” tegas beliau.

Menurut saya ini semakin menarik, apalagi yang mengatakan ini seorang kepala daerah.
Beliau kembali menjelaskan, Pemimpin bangsa yang sukses tidak hanya mengandalkan kecerdasan, tapi juga punya komitmen dan kerja keras jangka panjang dalam memecahkan berbagai masalah bangsa ke depan. Melihat perkembangan zaman yang semakin kompleks, pemimpin dituntut sebaik mungkin menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman yang serba modern. Olehnya itu sosok pemimpin harus mempunyai sikap kepemimpinan futuristik.

Apa sih kepemimpinan futuristik? Apa yang menjadi indikator seorang pemimpin itu termasuk pemimpin futuristik? Ini menjadi sebuah pertanyaan baru dalam benak saya. Belum sempat saya mengutarakan ini semua, banyak teman beliau yang menghampiri, baik itu dari akademisi, politisi ataupun kalangan elite lainnya.

Karena obrolan ini bukanlah wawancara eksklusif, saya pun bermaksud menjauh. Namun saya dikagetkan dengan mempersilahkan saya duduk bersama mereka. Mendapat peluang ini, saya hanya menyimak obrolan mereka.

Tidak terasa hampir 3 jam dilalui, semua penjelasnya mengingatkan saya dengan buku The Inner Side of Greatness (2002) Peter Koestenbaum. Dibuku tersebut Peter menggagas Leadership Diamond. yakni seseorang hanya bisa menjadi besar kalau selalu bekerja dengan fakta, bukan ilusi.
Bahkan dari obrolan ini saya mendapati Beliau memiliki sikap yang berkarakter, visioner, ideologis dan idealis. Ya, mungkin inilah yang menjadi indikator kepemimpinan futuristik. Jadi tidak dapat dipungkiri jika kita menempatkan Rosjonsyah ini seorang leadership diamond, yang bersikap kepemimpinan futuristik. (*)

Related posts

Leave a Comment