You are here
Limbah Medis Dibuang Sembarangan, Cerobong Pembakaran Tidak Standar DAERAH HEADLINE 

Limbah Medis Dibuang Sembarangan, Cerobong Pembakaran Tidak Standar

LUBUKLINGGAU, MS – Kesehatan masyarakat dan lingkungan di Kota Lubuklinggau mulai terancam, terutama yang berada disekitar rumah sakit dan kontainer sampah. Pasalnya terdapat limbah medis yang dibuang sembarangan dan cerobong asap pembakaran sampah medis yang tidak standar.

Limbah Medis salah satunya bekas jarum suntik didapati dibuang sembarangan dipinggir jalan didepan Akper Depkes Lubuklinggau di Kelurahan Air Kuti,Kecamatan Lubuklinggau Timur I tepatnya disamping kontainer sampah.

Sampah Medis ini berhamburan dipinggir jalan, sehingga remuk/hancur dilindas kendaraan bermotor yang melintasi jalan di depan Akper Depkes. Namun, sampai saat ini belum diketahui siapa yang membuang sampah tersebut.

Kemudian cerobong asap tempat pembakaran sampah medis milik RS Sobirin Musi Rawas di Lubuklinggau juga tidak memenuhi standar lingkungan hidup,sehingga asap yang keluar kemudian terhirup oleh masyarakat yang tinggal disekitar rumah sakit.

” Kami sudah Sidak 2 kali ke rumah sakit, sudah kita beritahu kalau cerobong asap mereka tidak memenuhi standar,dan masyarakat sudah ada yang melapor ke kita soal itu,”ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Lubuklinggau, Herdawan, Rabu (18/01/2017).

Dijelaskan dia, cerobong asap pembakaran sampah medis berdasarkan aturan harus lebih tinggi bangunan yang berada disekitar rumah sakit,dan minimal tidak harus lebih tinggi dari bangunan sekitar.

“Cerobong asap RS Sobirin itu sudah kita cek, dan sudah kita layangkan surat, namun tidak ada tindaklanjuti (diindahkan,red) sampai saat ini, dan masyarakat sudah banyak yang melapor,” tegasnya.

Selain itu, lanjut dia, sampah medis dari seluruh lembaga kesehatan tidak boleh dibuang sembarangan seperti yang terjadi di depan Apker Depkes Lubuklinggau,sebab dapat membahayakan kesehatan masyarakat.

“Sampah medis tidak boleh dibuang seperti sembarangan, saya akan turunkan tim untuk mengecek kelapangan, yang jelas itu melanggar kalau memang dibuang sembarangan,karena mencemari lingkungan,” kata dia.

Dikatakan dia, limbah rumah sakit dapat mencemari lingkungan penduduk di sekitar rumah sakit dan dapat menimbulkan masalah kesehatan. Hal ini dikarenakan dalam limbah rumah sakit dapat mengandung berbagai jasad renik penyebab penyakit pada manusia termasuk demam typoid, kholera, disentri dan hepatitis.

Limbah rumah sakit adalah semua sampah dan limbah yang dihasilkan oleh kegiatan rumah sakit dan kegiatan penunjang lainnya. Secara umum sampah dan limbah rumah sakit dibagi dalam dua kelompok besar, yaitu sampah atau limbah klinis dan non klinis baik padat maupun cair.

“Limbah benda tajam,Limbah infeksius,limbah kimia,limba radioaktif,dan seluruh sampah dari rumah sakit itu harus dikelolah baik,” ujarnya.

Terpisah, Direktur RS Sobirin Mura di Lubuklinggau, dr Harun membantah kalau cerobong asap tersebut tidak memenuhi standar, bahkan sudah berketinggian 14 meter sedangkan standarnya 12 meter, namun pihaknya tetap menyadari bahwa adanya keluhan masyarakat,sehingga pembakaran sampah medis dikurangi.

“Memang ada surat dari LH kota, tapi kita akan koordinasikan dulu dengan LH kabupaten, tapi untuk sementara itu kami mengurangi aktivitas pembakaran, jadi tidak full pembakarannya,” akunya.

Menurut dia, ketinggian cerobong asap yang harus 2 kali lipat dari lingkungan sekitar seperti disampaikan LH kota Lubuklinggau, tidak berdasar.

“Kalau harus 2 kali lipat, bagaimana kalau kami bangun di Monas, berarti harus lebih tinggi,” pungkasnya. (Dhiae)

Related posts

Leave a Comment