oleh

Mahasiswi Disekap, Dicabuli, dan Dianiaya Pacar Dalam Kamar Kosan, Berikut Pengakuan Korban

PRABUMULIH, MS – Sungguh mengejutkan kasus mahasiswi yakni Yulia Ratna Sari (21), warga Dusun Sumaja Makmur, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim. Dimana, korban mengaku disekap dan dianiaya bahkan mirisnya lagi terpaksa memenuhi hasrat pelaku yang juga pacarnya itu lantaran diancam akan disebarluaskan fotonya yang sedang telanjang. Namun, langkah pelaku untuk melarikan diri kandas. Berkat kesigapan anggota Polres Prabumulih, pelaku Dwiki Fadlian (26), warga Jalan Prof M Yamin Kelurahan Wonosari Kecamatan Prabumulih Utara, Senin malam (9/1) sekitar pukul 21.30 WIB, berhasil diringkus.

Dwiki ditangkap saat sedang berada di kediaman kerabatnya di Jalan Surya Kelurahan Pasar II Kecamatan Prabumulih Utara. Dari tangannya, petugas berhasil mengamankan 1 unit handphone merk Asus milik korban. Pelaku beserta barang bukti kini diamankan petugas di Mapolres Prabumulih guna kepentingan penyelidikan.

Informasi yang berhasil dihimpun, penangkapan pelaku berawal dari laporan korban dengan nomor laporan LP/B/4/I/2017/Sumsel/Res PBM, tertanggal 6 Januari 2017. Dalam laporannya korban mengaku dianiaya dengan cara tangan dan kaki diikat serta wajah dipukuli.

Mendapat laporan itu, petugas lalu melakukan penyelidikan. Perburuan terhadap pelaku pun dilakukan. Hingga akhirnya petugas mendapat informasi jika pelaku tengah berada di tempat kerabatnya. Tak menyiakan waktu, petugas lalu melakukan penyergapan. Tanpa perlawanan, petugas berhasil meringkus pelaku.

Pengakuan korban, perlakuan kasar sudah sering diterima korban selama berteman dengan pelaku. Tak hanya sebatas itu saja, dalam keterangannya korban juga menuturkan kerap dicabuli oleh pelaku. Korban mengaku terpaksa memenuhi hasrat pelaku lantaran diancam akan disebarluaskan fotonya yang sedang telanjang.

“Aku sering disiksa, bahkan dia sering ngancam bakal nyebarluaskan foto-foto telanjang aku di Facebook. Malahan dia juga pernah nyuruh aku jadi pelacur biar dia dapat duit.
Malu nian aku,” ujar korban, Selasa (10/1/2017).

Selain kerap disiksa, Dikatakan Yulia, pelaku juga kerap memeras dirinya agar memberikan uang. Jika permintaan itu tidak dipenuhi maka pelaku tidak segan-segan menyiksa dirinya.

“Aku diperlakukan bagaikan binatang. Aku disuruh cium sepatu, bahkan sampai menjilat koreng (luka, red) nya,” keluhnya.

Lantaran tidak ingin menurut apa kehendak pelaku, korban akhirnya diikat pakai tali dan dikurung dalam kamar mandi kosan. “Aku sudah tidak tahan lagi dengan perlakuan dia (pelaku, red). Makanya, aku lapor polisi,” ujar korban meneteskan air mata.

Sementara itu, pelaku Dwiki mengakui jika melakukan penganiayaan terhadap korban di dalam bedeng kontrakan korban. Namun, Dwiki membantah tuduhan korban jika dirinya hendak menjual korban.

“Aku memang suka berbuat kasar sama dia, olehnya dia suka ngancam bakal ninggali aku dan akan melakukan hubungan badan dengan lelaki lain. Dan kami juga melakukan hubungan badan atas suka sama suka,” pungkasnya.

Kapolres Prabumulih, AKBP Andes Purwanti SE melalui Kabagops, Kompol Andi Supriadi SIk SH MH membenarkan penangkapan tersebut. “Pelaku bakal kami jerat dengan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan,” tegasnya.

Terkait penuturan korban yang merasa diancam lantaran akan menyebarluaskan foto telanjang korban, Andi mengaku masih mendalami pengakuan tersebut.

“Kita akan dalam kasus ini. Ya, termasuk pengakuan korban bahwa pelaku pelaku pernah akan menjual korban,” ujar Kabagops. (nor)

News Feed