You are here
Marka Jalan Ditutup, Pempek Pak Raden Rugi 70 Persen DAERAH HEADLINE 

Marka Jalan Ditutup, Pempek Pak Raden Rugi 70 Persen

PALEMBANG, MS – Dampak tiga hari simulasi lajur lajur one way (satu arah) serah ditutupnya marka jalan di seputar Jalan Radial, membuat usaha pempek Pak Raden mengalami kerugian mencapai 70 persen.

“Sedih kak, sejak ditutup marka jalan depan toko Pempek Pak Raden pembeli jadi sepi,” ungkap Ika Octaviana pemilik Pempek Pak Raden di jalan Radial, Kamis (10/11/2017).

Menurut Ika, sepinya pembeli itu membuat omsetnya menurun hingga 50 sampai 70 persen. “Dari pagi hingga malam hari sepi dari pengunjung,” ujarnya.

Sebenarnya, dirinya bukan tidak mendukung pemerintah untuk mensosialisasikan one way. “Satu jalur itu sudah bagus untuk mengurai kemacetan yang terjadi di Jalan Radial. Tapi, marka jalan didepan toko Pempek Pak Raden ya dibuka. Sehingga pembeli dapat langsung masuk ke toko Pempek Pak Raden,” pungkas Ika.

Dikatakan Ika, saat ini pelanggan masih bingung dikarenakan ditutupnya marka jalan depan toko Pempek Pak Raden. “Kalau pelanggan dari arah Charitas dan Angkatan 45 masuk lajur sebelah kiri tidak bisa masuk langsung ke toko kami Tapi harus putar balik kearah Jalan A Rivai lagi kalau masuk Jalan Radial. Jadi kalau mau masuk toko kami harus masuk lajur sebelah kanan,” jelasnya.

Dengan dampaknya itu juga, dikatakan dia, dirinya merasa banyak dirugikan. “Kasian nasib 60 pegawai saya, mereka harus digaji. Belum lagi buat bayar listrik, air bersih, dan pajak. Ya, jadi susah kami dibuatnya,” keluh Ika.

Untuk itu, ia mengharapkan, agar pihak terkait dalam permasalahan ini untuk segera membuka marka jalan didepan toko Pempek Pak Raden. “Kalau tidak bisa dibuka seluruhnya, ya dibuka sedikit untuk mobil agar bisa  masuk ke toko pun jadilah. Kan, cuma sedikit yang usaha dipangkal Jalan Radial. Tidak buat kemacetan juga kok,” pinta Ika.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang Kurniawan AP MSi mengatakan penutupan marka jalan itu sifatnya hanya sementara. “Kita uji coba selama 6 hari hingga tanggal 14 November 2017 penutupan marka jalan itu,” ujar Kurniawan ketika dihubungi awak media melalui handphonenya.

Untuk itu, ia meminta pengendara dan pemilik usaha agar bersabar. “Kita lihat dulu sebelum marka itu dibongkar. Kalau sudah permanen, baru dibongkar. Apakah putaran diubah kalau bagus. Nanti kami akan rapat Dewan Lalu Lintas. Untuk membongkar marka itu nanti dari Dinas PU. Tolong sampaikan ke masyarakat untuk bersabar,” ungkapnya. (nor)

 

Related posts

Leave a Comment