You are here
Masalah Berita Honorer Akan Diangkat Jadi PNS, Ini Tanggapan Kepala BKD… HEADLINE POLITIK & PEMERINTAHAN 

Masalah Berita Honorer Akan Diangkat Jadi PNS, Ini Tanggapan Kepala BKD…

PRABUMULIH, MS – Beredar berita di media sosial (Medsos) terkait wacana pemerintah pusat untuk mengangkat tenaga honorer menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) menjadi buah bibir di kalangan honorer Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih. Pasalnya, mereka sangat berharap hal tersebut menjadi kenyataan. Apalagi bagi mereka (tenaga honorer, red) yang sudah bertahun-tahun mengabdikan diri sebagai tenaga honorer.

Doni (31) tenaga honorer di lingkungan Pemkot Prabumulih ini telah mengabdikan diri sebagai tenaga guru honorer berharap agar pemerintah memperhatikan nasib mereka. “Aku ini sudah tujuh tahun menjadi guru honorer. Jangan kan untuk diangkat jadi PNS masuk K2 saja tidak,” keluhnya, Sabtu (28/01/2017).

Untuk itu ia mengharapkan, agar pemerintah untuk dapat memperhatikan nasib tenaga honorer. “Kami berharap bisa masuk daftar K2 saja, meskipun belum bisa diangkat langsung menjadi PNS,” pintanya.

Septi (28), satu diantara tenaga honorer di lingkungan Pemkot Prabumulih yang sudah lebih dari 6 tahun bekerja namun belum tahu kapan dirinya akan diangkat jadi PNS. “Saya berharap berita yang ada di Medsos itu benar.  Itulah harapan kami sebagai honorer ini,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Prabumulih Alfian Herdi mengaku jika berita yang beredar terkait wacana pengangkatan tenaga honorer jadi PNS tidaklah benar alias berita hoax. Untuk itu dirinya menghimbau agar tenaga honorer tidak serta merta langsung percaya dengan pemberitaan tersebut. “Karena kita sampai sekarang ini belum menerima surat edarannya. Kalaupun ada tentunya kita tidak akan diam saja,” katanya.

Alfian pun mengaku tidak mengetahui secara pasti darimana informasi itu berasal. Untuk itu ia meminta agar media tidak memberitakan berita bohong. “Apalagi saat ini akses untuk memperoleh informasi sangatlah mudah. Jadi jangan pernah membuat berita yang tidak benar, yang ujung-ujungnya akan menimbulkan masalah di masyarakat,” tandasnya. (nor)

Related posts

Leave a Comment