You are here
Masalah Narkoba, Prabumulih Urutan 2, Ayo Perangi Bersama DAERAH HEADLINE 

Masalah Narkoba, Prabumulih Urutan 2, Ayo Perangi Bersama

PRABUMULIH, MS – Saat ini Kota Prabumulih menduduki peringkat kedua di Sumatera Selatan (Sumsel) setelah Palembang untuk masalah narkoba. Bahkan, Presiden RI Jokowi telah mencanangkan perang terhadap narkoba

Kepala BNN Sumsel, Irjen Pol M Iswandi Hari SH MSi mengatakan meskipun BNN Prabumulih dengan keterbatasan yang ada, namun harus tetap semangat dalam memberantas narkoba.

“Penggunaan narkoba sekarang ini sudah lintas profesi. Bahkan, Presiden Jokowi telah mencanangkan perang terhadap narkoba. Ini sudah darurat narkoba,” pungkas Iswandi saat acara rapat kerja DPD RI di halaman Kantor BNN Kota Prabumulih, Selasa (17/1/2017).

Dikatakan dia, pemberantasan narkoba menjadi tanggung jawab bersama. Apalagi, sejauh ini peredaran narkoba di Sumsel masuk peringkat 21.

“Ayo kita bekerja bersama, khususnya masalah pencegahan. Lalu, rehab dan juga berantas narkoba. Sekali, kena narkoba susunan syarat bisa langsung rusak. Karenannya, jika ada keluarga yang terkena narkoba hendaknya segera dilaporkan,” tandasnya.

Untuk itu, ia mengajak, seluruh masyarakat untuk ikut berperan serta melakukan masalah pemberantasan. Pemberantasan buka hanya tanggung jawab polisi, jaksa, hakim dan lainnya.

“Setiap orang bisa melakukan penangkapan yang berkaitan narkoba, dan setelahnya laporkan kepada pihak kepolisian untuk tindak lanjutnya,” ujarnya.

Sementara Kepala BNN Prabumulih, AKBP Edy Nugroho SE menuturkan penyalahgunaan narkoba di Kota Prabumulih, masih menduduki peringkat kedua di Sumatera Selatan (Sumsel) setelah Palembang.

“Mumpung masih diawal tahun, Badan Narkotika Nasional (BNN) mengajak semua lini untuk melakukan pemberantasan dan juga menekan penyalahgunaan narkoba. Biar bisa ditekan dan dikurangi,” ujar Kepala BNN Prabumulih, AKBP Edy Nugroho SE ketika menyampaikan paparannya pada kunjungan kerja (Kunker) DPD RI, kemarin (17/1) di Kantor BNN Kota Prabumulih.

Ia mengatakan,BNN tidak bisa bekerja sendiri dalam rangka mengurangi dan menekan angka penyalahgunaan narkoba di Kota Nanas ini.

“Personel yang dimiliki BNN sangat terbatas. Sekarang ini, hanya ada 26 personel saja. Terdiri personel vertikal, PNS Pemkot, dan juga bantuan pihak kepolisian,” ungkapnya.

Saat ini pihaknya meminta bantuan saran atau solusi yang terbaik dalam rangka Program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

“Kita minta formulasinya, supaya bisa menekan dan mengurangi penyalahgunaan di kota ini. Kita juga mengusulkan, agar BNN memiliki kantor sendiri dan panti rehab ke depannya,” ungkapnya.

Dia menyebutkan, selama 2016 lalu. Pihaknya berhasil mengungkap 11 kasus penyalahgunaan narkoba, menyita sebanyak 25,298 gram sabu dan 7,5 butir ekstasi sebagai barang bukti.

“Ada sekitar 175 pecandu narkoba yang berhasil kita rehab tahun lalu, baik itu rawat inap ataupun rawat jalan. Penyalahgunaan narkoba tertinggi berdasarkan data yang kita miliki, masih didominasi pelajar atau mahasiswa. Tahun lalu, ada 50 orang pelajar atau mahasiswa yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba,” bebernya.

Pihaknya mengajak, untuk menumbuhkan kesadaran di masyarakat. Kalau narkoba itu, merupakan musuh bersama.

“Kita harus terus gelorakan semangat berantas narkoba, untuk tetap konsisten dalam pemberantasan dan menekan penyalahgunaan narkoba,” tandasnya.

Asisten III, Drs H Asymuni Hambali MPdi meminta agara masyarakat untuk memerangi narkoba. “Kalau akal sudah hilang, maka lepas sudah kewajiban. Makanya, gunakan akal untuk perangi narkoba. Kita minta semua elemen masyarakat, untuk ikut berpartisipasi mencegah dan menekan peredaran narkoba di Kota Prabumulih,” ajaknya.

Anggota DPD RI, Abdul Azis sepakat pemberantasan narkoba harus dilakukan dengan semua lapisan masyarakat. “Apalagi, sudah jelas-jelas Presiden Jokowi sudah menyatakan, perang terhadap narkoba dan juga Indonesia darurat narkoba,” tegasnya. (nor)

Related posts

Leave a Comment