You are here
Masalah Perdes Hewan Ternak, Warga Desa Kembang Ayun Siap Sanksi Diberlakukan BENGKULU HEADLINE 

Masalah Perdes Hewan Ternak, Warga Desa Kembang Ayun Siap Sanksi Diberlakukan

BM 3

BENGKULU SELATAN, MS – Masyarakat Desa Kembang Ayun, Kecamatan Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan sepakat berlakukan terkait sanksi masalah Peraturan Desa (Perdes) hewan ternak.

BM 6Kegiatan sosialisasi sekaligus pematangan Perdes hewan ternak itu dipusatkan di gedung Serba Guna, Desa Kembang Ayun, Selasa (19/3/2019).

Narasumber kegiatan itu yakni. Zainul Mirhan, Skm Kasi Trantib Kecamatan Manna, Sekretaris Ketahanaan Pangan Yasirli, SS.MM, Adin Khairo, SH Satpol PP serta Pelda Soleman perwakilan Koramil Kecamatan Manna.

Sekretaris Ketahanaan Pangan Yasirli, SS.MM mengatakan pematangan Perdes Kembang Ayun mencapai kesepakatan terkait sanksi yang akan diberlakukan. Untuk tanaman sejenis singkong, terong, sayur mayur, timun dan lainya ganti ruginya sebesar Rp1.000. Untuk tanaman jagung sebesar Rp2.500, padi Rp 5.000/rumpun sedangkan tanaman musiman berupa mangga, rambutan termasuk juga di dalamnya kelapa sawit mendapatkan ganti rugi sebesar Rp2.000.

BM 5“Sanksi yang sudah termuat di dalam Perdes ini harus kita taati, karena ini adalah hasil kesepakatan bersama,” tegas Yasirli.

Yasirli juga menyampaikan akan pentingnya masalah ketersediaan masalah pangan, salah satu pungsi Dinas Ketahanan Pangan adalah memastikan kecukupan pangan di Kabupaten Bengkulu Selatan.

“Saat ini kita masih import sayuran dari kabupaten tetangga seperti Pagar Ralam dan juga Curup. Sedangkan kebutuhan sayur mayur setiap harinya menghabiskan 6 sampai dengan 7 ton setiap harinya. Hal ini akan berlanjut apabila kita tidak merubah pola atau cara berternak di daerah kita ini, karena bila ingin menanam sayur, harus mengandang terlebih dahulu tentu modalnya sangat besar. Jadi tidak cara lain kecuali hewan ternaknyalah yang kita kandangkan,” piungkas Yasirli.

Warga yang hadirpun menerima dengan antusias. Hasil Perdes yang telah dimatangkan sangat diharapkan warga. “Bila Perda dan Perdes ini ingin ditegakkan janganlah setengah- setengah,” ujar Iksan Rahudi.

Menurut dia, dirinya sangat memahami benar tentang Perda dan Perdes hewan ternak. “Saya sebagai mantan kades sudah tahu Perda ini sejak tahun 2003. Tapi belum berhasil ditegakkan, semoga dengan adanya Perda dan Perdes ini dapat merubah pola berternak masyarakat Kabupaten Bengkulu Selatan,” harapnya. (bajul/adv)

BM 2

Related posts

Leave a Comment