You are here
Masih Banyak Yang Mau Dilengkapi, Bangunan PTM II Belum Bisa Ditempati HEADLINE POLITIK & PEMERINTAHAN 

Masih Banyak Yang Mau Dilengkapi, Bangunan PTM II Belum Bisa Ditempati

PRABUMULIH, MS – Pasar Tradisional Modern (PTM) II yang berada di Jalan Jendral Sudirman Kota Prabumulih belum bisa ditempati. Pasalnya, masih banyak fasilitas yang harus disiapkan. Seperti lahan parkir, wc, drainase, dan tempat pembuangan sampah. Hal ini diungkapkan Wali Kota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM melakukan peninjauan langsung guna melihat sejauh mana progres penyelesaian bangunan pasar tersebut, Rabu (4/1/2017).

“Ya, masih banyak sekali fasilitas yang dilengkapi untuk PTM II ini. Memang untuk bangunan fisiknya sudah selesai,” pungkas Ridho.

Dikatakan dia, dirinya tidak mau kejadian seperti PTM I sebelumnya. “Pedagang merasa terganggu lantaran terdapat beberapa kekurangan yang mengganggu kenyamanan pedagang maupun pembeli,” ungkapnya.

Diterangkan Ridho, hal yang kurang itu seperti lahan parkir, wc, drainase, tempat pembuangan sampah serta fasilitas penunjang lainnya.

“Hal – hal yang kecil itu, masih harus dilakukan pembenahan dan penambahan fasilitasnya. Terutama bak penampungan air, karena air sangat dibutuhkan oleh pedagang. Inilah yang akan kita selesaikan pengerjaannya,” terangnya.

Masih kata Ridho, sejatinya bangunan PTM I dan PTM II akan dapat menampung sebanyak kurang lebih 1979 pedagang.

“Pedagang lama yang sudah kita data akan menempati kios dan lapak yang sudah disediakan. Pembagian kios dan lapak ini dilakukan dengan sistem undian. Sehingga diharapkan tidak ada yang merasa dirugikan. Pengundian dilakukan sesuai dengan jenis dagangannya, sehingga lebih teratur dan tidak campur aduk. Masyarakat yang berbelanja pun jadi lebih nyaman,” bebernya.

Disinggung apakah jumlah pedagang sesuai dengan jumlah kios dan lapak yang disediakan, Ridho mengaku memang masih seimbang. Mengingat pedagang yang akan menempati kios dan lapak tersebut bukan hanya pedagang yang direlokasi dari bangunan lama.

“Pedagang kaki lima yang berada di dalam maupun di luar bangunan pasar ikut didata. Namun pedagang lama tetap menjadi prioritas kita. Jumlah kios dan lapak yang ada saat ini sebanyak 1655 unit. Agar dapat menampung secara keseluruhan, kita akan upayakan untuk melakukan penambahan kios dan lapak,” katanya seraya berharap pedagang dapat bersabar dan tidak perlu resah.

Ditambahkannya, untuk kebersihan PTM, pihaknya merencanakan akan menyerahkannya kepada pihak ketiga, untuk melakukan pengelolaannya. Sehingga bisa kebersihan pasar lebih terawat.

“Kalau Dinas kebersihan, sudah tidak mampu lagi. Karena sudah ada dua bangunan gedung yang tentunya jumlah sampah juga akan semakin bertambah setiap harinya. Untuk itu kita rasa kebersihan pasar perlu dikelola oleh pihak ke tiga,” tandasnya. (nor)