You are here
Minta Kejari Usut Tuntas Kasus Muratara DAERAH HEADLINE KRIMINAL 

Minta Kejari Usut Tuntas Kasus Muratara

LUBUKLINGGAU, MS – Puluhan ‎Forum Pemuda Mahasiswa Muratara (FPM-Muratara) mengeruduk Kantor Kejaksaan Kota Lubuklinggau untuk melakukan unjuk rasa, sekitar pukul 11.00 WIB, Senin (30/7/2018).

Kedatangan FPM-Muratara menuntut agar ‎proses hukum kasus pejabat Muratara diusut tuntas. Mulai dari kasus OTT, AKN dan Lelang Jabatan Piktif.

Dalam selebaran yang dibagikan berisi lima point tuntutan, diantaranya mendesak penegak hukum (Kepolisian, Kejati, dan pihak pengadilan) agar membuka rekaman percakapan dalam waktu tiga bulan terakhir sebelum operasi tangkap tangan saudara, Ardiansyah.
Kemudian pembincaaran antara saudara, Ardiansyah, oknum Bupati Muratara, oknum kepala Bappeda Muraratara, dan Sukri keponakan Bupati Muratara. Mendesak pengadilan untuk menggunakan BAP awal ketika terjadi proses operasi tangkap tangan yang ada di penyidik Polda Sumsel.

Lalu mendesak kepada aparat penegak hukum untuk terus memproses kasus-kasus di Muratara seperti kasus AKN dan Lelang Jabatan Piktif.

Mendesak KPK untuk turun ke Kabupaten Muratara dan melakukan penindakan terhadap pejabat-pejabat di Kabupaten Muratara yang terindikasi bermasalah secara hukum.

Serta mendesak aparat hukum untuk memanggil dan menyita dokumen-dokumen lelang yang ada di ULP Kabupaten Muratara karena tedindikasi banyak manifulasi pemenang-pemenang tender serta melanggar aturan-aturan tentang pengadaan barang dan jasa.

“Yang jelas melakukan pengawalan kasus ini, yakin apabila bekerja, maka akan bisa selesai dengan baik dan sendirinya,” kata Feri Irawan didampingi Koordinator Lapangan, Suwito, Senin (30/7/2018).

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Kota Lubuklinggau, Hj Zairida melalui Kasi Intel, Wira Bhakti berterima kasih atas kedatangan puluhan mahasiswa, sebelumnya maaf kepala kejaksaan tidak bisa hadir maka diwakilkan kepada dirinya.

Namun sesuai dengan tuntutan kami tidak bisa menjawab secara keseluruhan, tapi kasus OTT kami telah memproses secara hukum yakni melalui sidang, Jumat (28/7/2018) telah melaksanakan sidang puplik dan hari ini, Senin (30/7/2018) akan dilaksanakan sidang reflik, itu semua sudah berjalan.

Selain itu mengenai rekaman sudah disampaikan ataupun fakta dalam sidang, maka tidak ada yang ditutup -tutupi. “Mengenai AKN percaya kepada kami, kami sedang koordinasi dengan pihak terkait dan sengaja kami tidak sampaikan kemedia, sedangkan perkara yang lainnya kami akan sampaikan dengan pimpinan kami,” pungkaanya. ( dhiae)

Related posts

Leave a Comment