You are here
Pastikan Rocky Gerung dan Ratna Sarumpaet Hadir di Lubuklinggau DAERAH HEADLINE 

Pastikan Rocky Gerung dan Ratna Sarumpaet Hadir di Lubuklinggau

LUBUKLINGGAU, MS – Bila tidak ada aral melintang Minggu (2/9/2018) Rocky Gerung dan Ratna Sarumpaet bal menjadi pemateri pada dialog Menuju Indonesia Bangkit. Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua peneyelenggara, Bambang Ekalaya.

“In shaa Allah akan dihadiri, Roky Gerung, Ratna Sarumpaet, Ade Indra Chaniago dan Ngimanudin. Kita berharap dalam dialog tersebut akan menciptakan win solusion untuk permasalahan yang ada saat ini, khusunya dikota Lubuklinggau,” terangnya.

Ditegaskan, Bambang Ekalaya kalau kegiatan dialog Indonesia bangkit ini tidak akan memakai atribut tagar ganti presiden, baik itu baju maupun baleho.

“Namun bila terkait pembahasan didalamnya nanti kemungkinan besar akan ada pembahasan ganti presiden, tapi kalau atributnya kita menghargai perbedaan pilihan kita dalam pilpres, dan demi menjaga kedamaian dan kebhinekaan khususnya di kota Lubuklinggau, hastag tersebut ditiadakan,”ungkapnya.

Bambang menambahkan kalau pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak keamanan, dan semuanya telah melalui mekanisme prosedur yang semestinya.

“Estimasi peserta 100 orang yang telah kita koordinasikan ke pihak keamanan, namun tidak menutup kemungkinan akan bertambah, dan akan kami koordinasikan kembali,” jelasnya.

Harapannya semoga tidak terjadi gesekan pro dan kontra dalam kegiatan yang akan dilaksanankan pihaknya.

“Kami menghargai perbedaan pendapat dan tolong hargai juga pilihan kami, silahkan boleh kontra namun jangan sampai ada boikot dan benturan fisik, itu yang kita harapkan, karena kebebasan berpendapat dan berdemokrasi di lindungi oleh undang-undang,” katanya.

Sementara itu di tempat terpisah, Kapolres Kota Lubuklinggau, AKBP Sunandar menegaskan bahwa di alam demokrasi kebebasan menyampaikan pendapat merupakan hak konstitusi, namun perlu diketahui bahwa hak tersebut tidak bersifat absolute. Ada batasan yang harus dipatuhi.

“Pihak penyelenggara suatu kegiatan harus tetap menjaga nilai-nilai persatuan kesatuan, etika dan moral, mengutamakan kepentingan berbangsa dan bernegara serta kebhinekaan. Ketika batasan ini dilanggar, kami sebagai aparat keamanan dengan pertimbangan untik kepentingan umum, mencegah timbulnya konflik dan disintegrasi akan menggunakan kewenangan diskresi untuk membubarkan giat tersebut,” tegasnya. (dhiae)

Related posts

Leave a Comment