You are here
Pejabat Esselon IV Prabumulih Ikuti Diklat PIM DAERAH 

Pejabat Esselon IV Prabumulih Ikuti Diklat PIM

Wakil Walikota Prabumulih Andriansyah Fikri saat memberikan selamat kepada peserta diklat Pim.
Wakil Walikota Prabumulih Andriansyah Fikri saat memberikan selamat kepada peserta diklat Pim.

Prabumulih, MS – Guna membentuk pejabat agar berkompeten dan memiliki daya saing serta inovasi (terobosan) dalam menjalankan tugasnya, pejabat eselon IV a dan IV dilingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) kepemimpinan (Pim) IV. Kegiatan itu digelar Badan Kepegawaian daerah (BKD) Kota Prabumulih.

Wakil Walikota Prabumulih Andriansyah Fikri melalui Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Prabumulih, Drs H Muhammad Ali, Selasa (19/7) mengatakan, saat ini Pemkot Prabumulih sudah mengantongi izin untuk menggelar diklat Pim. “Para peserta ini sudah mengikuti seleksi yang dilakukan sejak tahun 2011 hingga 2013 yang lalu. Seleksinya di provinsi, karena belum memiliki anggaran untuk pelaksanaan dan menunggu izin terpaksa mereka yang lulus seleksi tersebut menunggu. Jadi mereka yang lulus inilah yang kita prioritaskan,” ujarnya.

Dijelaskan dia, diklat Pim ini sendiri akan digelar selama 99 hari. Dimana, para peserta diklat akan ditempatkan diasrama. “Jadi peserta wajib tinggal diasrama yang telah disediakan oleh panitia,” ungkapnya.

Ia beralasan, supaya para peserta bisa lebih fokus dan penyerapan materi dapat lebih maksimal. “Ini juga bisa membuat para peserta menjadi akrab dan kompak,” tegasnya.

Masih kata kepala BKD, pada pelaksanaan diklat pim 4 kali ini pihaknya menerapkan pola ON dan OFF. Dimana nantinya, peserta akan mengikuti dan mempelajarai materi yang diberikan didalam ruangan selama 1 minggu (on) kemudian seminggu berikutnya mereka akan kembali ke unit kerja masing masing (off) begitu seterusnya.

Lebih lanjut, Ali menjelaskan, diklat tersebut bertujuan membentuk pejabat agar berkompeten dan memiliki daya saing serta inovasi (terobosan) dalam menjalankan tugasnya. “Pejabat itu harus memiliki inovasi dan kreatifitas. Bukan hanya menunggu dan menjalankan tugas saja,” pungkasnya.

Disinggung mengenai tenaga pengajar (widya iswara), Ali menuturkan untuk tenaga pengajar didatangkan dari badan diklat provinsi. “Mereka yang mengajar tersebut telah mengantongi sertifikasi pengajar dan tak diragukan lagi,” ujar Ali sambil mengatakan akan mendatangkan narasumber dari kejaksaan dan badan narkotika nasional. (nor)

 

Related posts

Leave a Comment