You are here
Pembangunan Jembatan Gagal Dibangun, Tokoh Pemuda Angkat Bicara DAERAH HEADLINE 

Pembangunan Jembatan Gagal Dibangun, Tokoh Pemuda Angkat Bicara

Muratara 2MURATARA, MS – Rencana pembangunan jembatan aur yang ada di Kecamatan Rawas Ilir batal dibangun. Padahal rencana pembangunan jembatan yang sempat dibahas ditingkat musrembang hingga tertuang dalam PPAS 2019 tersebut sangat dinantikan masyarakat.

Tak hanya menghubungkan Desa Air Bening dan Desa Ketapat Bening, jembatan tersebut merupakan salah satu akses jalan bagi masyarakat yang saat ini kondisinya memprihatinkan.

Pj Kades Ketapat Bening, Suwi Winarno mengatakan gagalnya pembangunan jembatan penguhubung antar desa diwilayah tersebut lantaran diduga dicoret oleh oknum anggota dewan.

Padahal projek pembangunan sudah masuk rancangan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Muratara Tahun anggaran 2019.

“Saya tidak tahu apa alasan jelasnya, mengapa itu dicoret dan tidak dapat terealisasi, padahal warga sangat membutuhkan jembatan tersebut sebagai satu-satunya akses penghubung antar desa,” jelasnya.
Bila melihat kondisi jembatan yang hanya berlantai papan dan dibangun dari hasil swadaya masyarakat tersebut sudah selayaknya jembatan segera difugar dengan badan jembatan yang lebih kokoh.

“Tentu hal ini kami sesali, karena jembatan tersebut untuk kemaslahatan orang banyak,” tambahnya.

Rencana pembangunan dijelaskan Pj Kades sudah batal dua kali. Sebelumnya sempat masuk perencanaan ditahun 2018 dan batal dibangun, dan tahun ini kembali batal terealisasi.

“Selama ini kita swadaya gotong royong membangun jembatan ini, dengan harapan Pemkab Muratara mendengar keluhan masyarakat, dan hadir dalam memberikan solusi setiap persoalan urgent seperti ini,” pintanya.

Senada dengan Pj Kades salah seorang Tokoh Pemuda Muratara, Abdul Aziz ikut mengecam keras adanya oknum anggota DPRD Muratara yang mencoret rencana pembangunan jembatan penghubung desa air bening dengan desa ketapat bening.

“Sangat Miris sekali, Ini persoalan rakyat, jangan korban kan mereka karena ada unsur kepentingan politik, saya mendesak agar banggar DPRD Muratara untuk mengklarifikasi persoalan ini,” tutupnya. (dhia)

Related posts

Leave a Comment