You are here
Pembangunan LRT Mendongkrak Ekonomi Rakyat HEADLINE 

Pembangunan LRT Mendongkrak Ekonomi Rakyat

PALEMBANG, MS – Pembangunan LRT atau disebutkan Jalur Rel Kereta Api, merupakan cara mengurangi kemacetan di Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan akan memiliki moda transportasi massal modern pertama di Indonesia berupa jalur kereta api dalam kota atau dikenal dengan sebutan LRT (Light Rail Transit) yang rencananya beroperasi pada 2018.

Pembangunan LRT sudah dimulai pada akhir tahun 2015 oleh PT Waskita Karya (Persero), untuk mengejar target selesai sebelum pelaksanaan Asian Games XVII yang akan dimulai pada 18 Agustus 2018. Meski LRT sejauh 22,4 km membentang dari kawasan bandara hingga ke Kompleks Olahraga Jakabaring masih dalam tahap pembangunan tapi provinsi berpenduduk sekitar 8 juta jiwa lebih ini sudah menerima dampak positifnya dari sisi ekonomi.

Dikatakan Kepala Kantor Perwakilan BI Wilayah VII Sumatera Selatan Hamid Ponco Wibowo mengatakan dampak itu terlihat nyata dari pertumbuhan ekonomi yang mampu dibukukan provinsi ini sejak awal tahun 2016. Daerah ini seharusnya mengalami keterpurukan ekonomi akibat jatuhnya harga komoditas karet, sawit dan mineral batu bara justru mampu menjaga pertumbuhan ekonomi lantaran adanya pembangunan infrastruktur yang cukup masif.

“Seharusnya Sumsel tidak bisa menyentuh pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,0 persen. Namun, faktanya pada triwulan III/2016 mampu membukukan 4,92 persen, k arena aktivitas ekonomi yang sedang berlangsung tersebut, BI pada triwulan IV/2016 memperkirakan pertumbuhan ekonomi Sumsel akan menembus 5,0 persen atau sesuai proyeksi rata-rata nasional yakni 5,0-5,2 persen, ” ujarnya. Senin (12/12).

Bahkan sebenarnya  bisa saja mencapai angka yang lebih baik, hanya saja pada pertengahan tahun atau semester II terdapat hal yang di luar perkiraan yakni pengurangan dana bagi hasil migas. Kondisi ini sangat mempengaruhi karena sejauh ini sektor konsumsi di Sumsel masih mendominasi yakni mencapai 65 persen dari PDRB sehingga ketika terjadi pengurangan dana bagi hasil migas sekitar Rp900 miliar.

“Kalau dibandingkan daerah lain yang juga penghasil migas di Indonesia, maka sejatinya Sumsel lebih beruntung karena derasnya aliran dana APBN untuk pembangunan sejumlah infrastruktur Asian Games telah menggerakkan beragam sektor lain, seperti perbankan, perdagangan ritel, industri pengolahan, jasa, hingga UMKM, ” tuturnya.

Untuk pembangunan LRT ini, pemerintah pusat mengucurkan dana Rp 12,4 triliun dengan rincian sebanyak Rp 11,2 triliun untuk pembangunan fisiknya, sedangkan dana Rp 1,2 triliun diproyeksikan untuk rangkaian gerbong dan lokomotif serta Depo.

Beruntung bagi Sumsel, di tengah pengetatan APBN, khusus untuk pembangunan LRT ini pemerintah pusat sudah menjamin ketersediaan dananya karena Kota Palembang akan melakukan tugas negara sebagai tuan rumah Asian Games bersama DKI Jakarta.

]Sementara itu Kadishubkominfo Nasrun Umar mengatakan hal itu tidak menjadi persoalan besar karena deviasi tidak mencapai satu persen. Memastikan keandalan pekerjaan, pemerintah sudah menurunkan konsultan asal Jepang untuk mendampingi PT Waskita Karya (Persero).

“Patut disyukuri, pekerjaan krusial sudah dilalui yakni pemancangan tiang. Tinggal lagi, memancang tiang di Sungai Musi, jika ini kelar, baru sedikit lega, kemudian ke fase berikutnya yang tidak juga bisa dikatakan mudah,” tutupnya. (Sri)

Related posts

Leave a Comment