You are here
Pembunuhan Gadis Di Kebun Tebu Terungkap, Sebelum Dibunuh Korban Diperkosa Oleh Pacar Sendiri HEADLINE KRIMINAL 

Pembunuhan Gadis Di Kebun Tebu Terungkap, Sebelum Dibunuh Korban Diperkosa Oleh Pacar Sendiri

INDRALAYA, MS – Kasus pembunuhan Dhia Shinta Sari Widya (19) warga Desa Tanjung Baru, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan yang tewas di perkebunan tebu di Desa Betung Kecamatan Lubuk Keliat, Ogan Ilir, Sumatera Selatan bulan November lalu terungkap.

Ternyata pelakunya tak lain adalah pacarnya sendiri bernama Moko Wicaksono alias Rizky, warga Desa  Karang Endah, Kecamatan Gelumbang, Muara Enim, Sumatera Selatan.

Pelaku terpaksa dihadiahi timah panas dikarenakan ketika ditangkap hendak melawan melawan petugas. Sehingga peluru bersarang dikaki kanan dan kiri pelaku.

Selain meringkus pelaku, petugas berhasil mengamankan telepon selular milik korban, sebuah sepeda motor beserta STNK dan sebuah dompet milik korban.

Kapolres Ogan Ilir AKBP Arif Rifai SIK melalui Kasatreskrim AKP Ginanjar mengatakan, terungkapnya pembunuhan terhadap korban Dhia Shinta Sari Widya dari penyelidikan petugas. “Ya, sekitar 2 minggu kita melakukan penyelidikan. Dan saat kita pantau dan telusuri dari media sosial facebook korban, ternyata korban memiliki pacar bernama Moko Wicaksono alias Rizky,” ujar Ginanjar, Selasa (13/12/2016).

Mendapati hal itu, petugas langsung melakukan penyelidikan keberadaan pelaku. “Saat itu diketahui Sabtu (10/11/2016) malam dia (pelaku, red) berada di sebuah café di daerah Desa Bakung Ogan Ilir,” jelas Kasatreskrim.

Langsung saja, petugas mendatangi café tersebut dan mengamankan Moko. Dan ketika digeledah di tubuh Moko ternyata ditemukan sebuah telepon selular yang ternyata milik korban. “Saat kita buka isi telepon itu masih berisi foto-foto korban yang belum dihapus,” pungkasnya.

Kemudian petugas langsung menangkap pelaku. Namun ketika hendak ditangkap, pelaku berusaha melarikan diri dan melawan petugas. “Kita sudah beri tembakan peringatan untuk tidak melawan petugas. Tapi pelaku berusaha nekad melawan petugas. Ya, jadi terpaksa kita lumpuhkan dengan tembakan yang mengenai kaki kanan dan kiri pelaku,” tegasnya.

Sementara pengakuan pelaku, dirinya nekad membunuh lantaran sakit hati denga korban yang memiliki selingkuhan. “Ya kesal saya melihat korban ada pacar lain. Terpaksa saya bunuh dengan cara memukul lehernya hingga jatuh lalu mencekiknya selama sepuluh menit sampai korban sekarat,” ujar pelaku.

Bahkan, dikatakan dia, saat korban sekarat pelaku masih sempat menyetubuhi korban untuk kedua kali. “Usai membunuh saya kabur membawa motor korban,” ungkapnya. (jn)