oleh

Pemdes Pajar Bulan Gelar Sosialisasi Pencegahan Stunting

 

BENGKULU SELATAN, MS – Guna mencegah terjadinya stunting, Pemerintah Desa (Pemdes) Pajar Bulan Kecamatan Seginim Jumat (25/12/2020) menggelar sosialisasi pencegahan Stunting. Sosialisasi tersebut dipusatkan di Balai Desa Pajar Bulan, dengan para perserta kader dan juga warga masyarakat serta para ibu-ibu produktif.

Dausriwan Hadi, Kepala Desa Pajar Bulan menuturkan sosialisasi stunting bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para kader, guru Paud dan juga ibu-ibu produktif tentang bagaimana cara pencegahannya.

“Melalui sosialisasi ini, kita ingin para kader dan guru paud dapat menyebar luaskan kepada warga Desa bagaimana cara pencagehan stunting sedini mungkin,” ujar Daus.

Menurut dia, kader posyandu, guru Paud ibu hamil dan ibu yang memiliki anak balita, adalah sasaran yang paling tepat untuk memberikan edukasi tentang pencegahan terjadinya stunting.

“Alhamdulillah stunting tidak terjadi di Pajar Bulan khususnya serta Seginim pada umumnya,” ungkapnya.

Ia berharap program yang bersifat skala nasional, sosialisasi tentang penyampaian bahaya yang ditimbulkan stunting serta bagaimana cara pencegahanya benar-benar dipahami oleh para kader dan guru Paud ini.

Karena mereka adalah pondasi awal untuk menciptakan para genarsi muda yang memiliki kualitas yang baik secara fisik maupun mental.
“Sehingga anak-anak kita nanti mampu bersaing dikanca nasional maupun Internasional, apabila anak-anak kita terbebas dari stunting. Dan diharapkan dapat tumbuh bibit-bibit pemimpin yang cerdas untuk membangun negeri yang kita cintai ini,” harap Kades.

Dikesempatan ini Mardelana, Camat Seginim dalam arahannya mengatakan guna memaksimalkan kerja para kader, minta agar gaji atau honor dinaikkan.

“Tugas mereka ini sangatlah berat untuk menciptakan gernerasi muda yang tangguh kedepanya,”pungkas Mardelana.

Dalam penyampaian materi Joko Subagio, SP tenaga ahli pelayanan sosial sebagai narasumber menjelaskan stunting adalah kondisi gagal pertumbhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Sehingga, anak lebih pendek atau perwakan pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir.

Umumnya disebabkan asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi.

Ditambah masalah yang datang secara exsternal, setidaknya ada dua hal penyabab stunting

1. Kurang gizi

– Tidak mampu menyediakan bahan makanan

– Pola konsumsi yg salah

– Pola asuh yang salah

2. Penyakit

– Air minum tidak aman konsumsi

– Sanitasi tidak layak

– tidak mendapat layanan kesehatan secara memadai

Sedangkan pencegahan stunting bisa menerapkan 5 langkah ini
1. Kesehatan ibu dan anak

2. Konsleng gizi terpadau

3. Perlindungan sosial

4. Sanitasi dan air bersih

5. Layanan Paud

Dikatakan Joko, dengan mengetahui penyebab dan cara pencegahannya diharapkan para ibu dan juga para suami akan mampu menjagah keluarganya akan kemungkinan terkena stunting.

Sementara itu nara sumber dari Dinas Kesehatan Dusiriah, SKM.M.Si dan Hendra Perunata, SKM tenaga pendamping bidang kesehatan dari Puskesmas Seginim mengingatkan pencegehan stunting bisa dimulai dari usia remaja dengan cara diberi tablet tambah darah, terutama anak-anak remaja putri juga bisa didapat dari nasehat pernikahan.

“Sedangkan untuk mendapatkan makanan bergizi bisa dengan pemamfaatan perkarangan rumah dengan cara menanam sayuran ataupun buah-buahan, perhatikan tentang kebersihan lingkungan,”sampainya.

Dusiriah menambahkan mencegah stunting ini menjadi tugas bersama. “Saya berharap yang hadir hari ini dapat menjadi perpanjangan tangan Pemerintah untuk pencegahan stunting,” tutupnya. (bajul/adv)

News Feed