You are here
Pendidikan Untuk Ekonomi Yang Lebih Baik EDITORIAL HEADLINE PENDIDIKAN 

Pendidikan Untuk Ekonomi Yang Lebih Baik

Oleh: Novianti Islahiah, S.Pd

(Bermimpi adalah hak setiap individu di dunia ini. Namun jika sebuah mimpi tidak diiringi dengan usaha dan doa, mimpi itu hanya akan menjadi angan-angan semata)

Begitulah kira-kira yang selalu saya tanamkan dalam diri dan tekad kuat. Bermimpi setinggi-tingginya, namun tetap harus diiringi dengan usaha dan doa yang maksimal. Bermimpi untuk dapat melanjutkan studi ke luar negeri, adalah salah satu impian yang saya tulis sejak masih duduk di sekolah Dasar.

Saat itu mungkin terlihat mustahil, apalagi saya berasal dari daerah Sukabumi yang masih tergolong desa di Jawa Barat. Kedaan ekonomi keluarga dan warga sekitar di desa tersebut sangatlah minim.

Namun saya yakin dengan menempuh pendidikanlah, taraf ekonomi seseorang bisa berubah lebih baik. Misalkan saja seseorang yang berprofesi sebagai petani atau supir berusaha untuk menyekolahkan anaknya sampai bangku kuliah, dengan harapan agar anaknya tidak bernasib sama seperti mereka.

Berharap agar anaknya mampu mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, yang tidak hanya mengandalkan otot namun mengandalkan otak. Karena dengan pendidikan, peluang seseorang untuk mendapatkan tawaran pekerjaan yang lebih layak akan semakin banyak.

Rendahnya minat siswa di daerah untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah seringkali terbentur karena masalah ekonomi keluarga. Orang tua yang tidak terlalu paham dengan pentingnya pendidikan akan meminta anaknya untuk segera membantu pekerjaannya di ladang, baik untuk mengambil getah ataupun menyiangi kebun.

Hal ini kadang membuat para siswa mengubur kembali impiannya. Padahal untuk saat ini, kesempatan melanjutkan studi sangatlah besar. Banyak tawaran beasiswa baik dari Pemda, kementerian, perusahaan ataupun dari kerja sama negara tetangga, seperti Jepang dan Korea.

Rendahnya angka siswa ini menjadi PR besar untuk para pendidik dan tenaga kependidikan agar bisa memotivasi siswanya untuk melanjutkan pendidikan ke depannya. Ketersediaan informasi pun diperlukan untuk bisa berbagi kepada peserta didik, bahwa di luar sana masih banyak peluang yang bisa mereka ambil.

Setahun yang lalu saya mendapatkan kesempatan untuk bisa mengenal lebih dalam daerah Tempirai, yang merupakan salah satu desa di kabupaten Penukal abab lematang ilir. Potensi desa tersebut sangatlah banyak. Ketersediaan sumber daya alam yang melimpah ini, jika tidak diiringi dengan pengelolaan secara profesional akan berdampak pada keadaan masyarakat sendiri.

Apalagi di abad 21 ini, kita sudah memasuki era globalisasi dan ekonomi terbuka yang memungkinkan pihak asing dengan mudahnya datang dan bersaing di tanah air ini, bersama warga pribumi asli. Pengelolaan profesional ini, sangat dibutuhkan dan bisa dipelajari jika sumber daya manusianya pun memiliki semangat untuk terus belajar. Apalagi isu pekerja asal Cina yang menyerbu tanah air, bukan hanya isapan jempol lagi. Sehingga penguatan SDM harus semakin ditingkatkan, kecuali kita bersedia jadi budak di negeri sendiri. (*)

 

Biodata Penulis :

        Novianti Islahiah dilahirkan di Sukabumi, 29 November 1990. Lulusan S1 pendidikan Kimia UPI ini memiliki pengalaman mengajar di daerah terpencil seperti kabupaten Aceh Timur. Mengikuti suaminya untuk mengabdi di salah satu dusun bernama Tempirai, yang berada di daerah pemekaran Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Sekarang penulis berkesempatan melanjutkan pendidikan S2 di Hiroshima University, Jepang melalui beasiswa LPDP. Penulis berharap banyak siswa daerah melanjutkan pendidikan dan pendidikan berkualitas dapat merata di Indonesia.

 

Related posts

Leave a Comment